Rabu, 02 Oktober 2013

“Rekonstruksi Itu Bernama Sejarah”



Menurut Sartono Kartodirdjo sejarah itu mengandung dua pengertian yaitu naratif dan sejarah yang menngunakan teori metodologi. Sejarah naratif itu adalah cerita. Sejarah naratif dapat dilakukan oleh siapapun itu, diluar sejarawan pun dapat melakukannya. Sejarah naratif itu bersifat implisit deskriptif, berdasarkan common sense belaka, tidak membutuhkan teori dan konsep dalam penulisannya.
Pengertian sejarah yang kedua yaitu sejarah yang menggunakan teori metodologi. Sejarah yang demikian hanya berlaku dikalangan sejarawan. Sejarah dengan menggunakan teori dan metodologi sejarah. Penulisan sejarah disini dengan menggunakan konsep dan teori atau bisa dibilang dengan penggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial lainnya (multidimensional approach).  Seajrah disini bersifat eksplisit analitis. Penulisan sejarah yang demikian memerlukan ilmu filasafat untuk memahami tori dan konsep yang digunakan.

Rekonstruksi Sejarah

Sejarawan bisa dikatakan adalah arsitek dari pembangunan dari peristiwa masa lalu. Pekerjaaan sejarawan itu sendiri yaitu sebagai perekonstruksi peristiwa masa lalu. Rekonstrusksi sejarah sejarah itu dibangun atas dasar fakta-fakta. Dalam rekontruksi sejarah ini dibangun atas dua proses pengertian. Pertama sejarah dalam arti objektif dan sejarah dalam arti subjektif. Sejarah dalam arti kata objektif yaitu kejadian atau peristiwa yang terjadi. Sejarah dalam arti objektif itu adalah peristiwa itu sendiri, hanya sekali terjadi, tidak berulang,
Proses yang kedua yaitu sejarah dalam arti subjektif. Sejarah dalam arti subjektif ini ialah hasil karya sejarawan itu sendiri, Sejarah yang sudah melewati pikiran dari sejarawan. Sejarah dalam arti subjektif adalah konstruk bangunan yang disusun oleh penulis sebagai suatu uraian cerita. Uraian cerita tersebut berdasarkan fakta-fakta yang menggambarkan suatu gejala sejarah.
Adapun proses rekonstruksi sejarah itu sendiri yaitu, pertama seajrah dalam arti objektif tersebut diterima oleh panca indra si pengamat peristiwa sejarah tersebut. Lalu peristiwa tersebut melalui tahapan-tahapan selanjutnya seperti kritik dan analisis sumber.  Kemudian dari hasil proses pengamatan itu disebut dengan sejarah dalam arti subjektif.

Proses rekonstruksi sejarah


Sejarah dalam
Arti subjektif                                                                            faktor sebagai unsure-unsur



                                                                                                Analaisis sejarah
                                                                                                Kritik sumber


                                                                                                Sumber sejarah :
                                                                                                Dokumen, monument, dll

Sejarah dalam
 arti objkektif




Fakta Sejarah

Sejarah itu dibangun berdasarkan fakta-fakta. Fakta itu adalah suatu peristiwa yang diungkapkan kembali dalam bentuk pernyataan atau statement. Jadi fakta ini adalah produk dari proses mental (sejarawan) memorisasi. Hakikatnya fakta itu bersifat subjektif. Fakta dibedakan menjadi dua, yaitu fakta keras dan fakta lunak. Fakta keras ialah fakta yang jelas terbukti kebenarannya dan tidak bisa disanggah lagi. Sedangkan fakta lunak berarti fakta yang belum terbukti kebenarannya dan masih diperdebatkan. Contoh fakta keras ialah peristiwa tragedi trisakti kelabu terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di kampus Trisakti Grogol Petamburan. Fakta lunaknya adalah peristiwa Trisakti kelabu itu mengakibatkan tewasnya mahasiswa Trisakti akibat dari tembakan pihak militer yang menembak dari jembatan layang grogol.

1 komentar:

  1. backagorounda dan warna tulisan kurang cocok sehingga ketika membaca malah mmebuah pusing bukannya baca malah fokus ke backgorund

    BalasHapus