Kependudukan
erat kaitannya dengan sekelompok manusia yang mendiami suatu wilayah tertentu.
Penduduk di sini berarti sekelompok manusia yang tinggal di suatu wilayah yang
mempunyai legalitas yang kuat untuk menempati tempat tersebut. Wilayah yang akan kita bicarakan di sini
adalah wilayah negara Indonesia, lebih spesifik lagi tentang wilayah Indonesia beserta permasalahan kependudukannya.
Ledakan
penduduk di Indonesia
ini tidak diimbangi oleh pembangunan di daerah-daerah pedesaan. Pembangunan
hanya terfokuskan di daerah perkotaan saja, jadi penduduk lebih terkonsentrasi
pada daerah perkotaan. Wilayah perkotaan menjadi padat dan wilayah pedesaan
menjadi lebih lenggang karena di tinggalkan oleh penduduknya untuk mengadu
nasib di perkotaan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mencanangkan
program transmigrasi. Transmigrasi mempunyai pengertian yaitu memindahkan penduduk
dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang tidak terlalu padat
penduduknya. Misalnya dari pulau Jawa ( pulau yang terbanyak penduduknya ) ke
pulau Kalimantan. Program ini memang bagus
untuk meratakan penduduk di Indonesia.
Namun pada kenyataannya, program ini kurang berhasil. Hal ini dikarenakan
mereka yang dipindahkan tidak mempunyai skil yang dibutuhkan di daerah
tersebut. Misalnya, di pulau Jawa, dia berprofesi sebagai seorang buruh. Akan tetapi
setelah di pindahkan ke pulau Kalimantan dia
dituntut untuk berprofesi sebagai petani. Karena dia tidak memiliki skil yang
dibutuhkan di sana dan juga dia kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan yang
ada di sana, dia tidak bisa survive dan
akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya.
Peningkatan
kuantitas penduduk di Indonesia
tidak diimbangi oleh peningkatan kualitas penduduknya. Permasalahan kualitas
penduduk di Indonesia
dilihat dari lima
aspek, yaitu :
1. Tingkat
kesehatan
Tingkat kesehatan di Indonesia
tergolong masih rendah. Hal ini dilihat dari kurangnya sarana dan prasarana
kesehatan yang memadai untuk masyarakat golongan menengah ke bawah.
2. Tingkat
pendidikan
Tingkat pendidikan di Indonesia sudah
cukup maju sekarang, setelah ada pencanangan program wajib belajar 9 tahun,
serta adanya program sekolah gratis sampai jenjang SMP (Sekolah Menengah
Pertama). Sebelum adanya program ini tingkat pendidikan di Indonesia itu
rendah, hal ini lagi-lagi dikarenakan faktor ekonomi.
3. Lama
sekolah
Lama sekolah penduduk di Indonesia masih
tergolong rendah, karena masih dalam tingkat pendidikan dasar
4. Tingkat melek huruf
Tingkat melek huruf di Indonesia sudah
berkembang cukup pesat. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia sendiri telah sadar bahwa
penting sekali bagi mereka untuk bisa membaca.
5. Tingkat
pendapatan per kapita
Pendapatan
per kapita adalah besarnya pendapatan
rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil
pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara
tersebut. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan
per kapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat
pembangunan sebuah negara ; semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin
makmur negara tersebut.
Permasalahan kependudukan Indonesia yang diakibatkan oleh
kepadatan penduduknya juga berdampak pada tingkat pengangguran yang tinggi,
banyaknya rumah-rumah kumuh yang tidak layak untuk dihuni serta tingkat
kriminalitas yang tinggi pula. Hal ini lagi-lagi dikarenakan tingkat
perekonomian Indonesia
yang tergolong masih rendah. Oleh sebab itu, apabila Indonesia
ingin permasalahan kependudukan ini teratasi dan tidak menjadi suatu hal yang
berlarut-larut, maka pemerintah Indonesia
sendiri harus meningkatkan taraf perekonomian penduduknya dan meratakan
penghasilan penduduknya (agar tidak terjadi kecemburuan sosial).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar