Rabu, 02 Oktober 2013

“Permasalahan Kependudukan di Indonesia”



Kependudukan erat kaitannya dengan sekelompok manusia yang mendiami suatu wilayah tertentu. Penduduk di sini berarti sekelompok manusia yang tinggal di suatu wilayah yang mempunyai legalitas yang kuat untuk menempati tempat tersebut.  Wilayah yang akan kita bicarakan di sini adalah wilayah  negara Indonesia, lebih spesifik lagi tentang wilayah Indonesia  beserta permasalahan kependudukannya.
Indonesia  merupakan negara yang menempati posisi keempat sebagai negara yang penduduknya terbanyak di dunia. Cina negara yang menempati posisi teratas negara yang berpenduduk terbanyak di dunia, disusul oleh India dan Amerika Serikat, kemudian Indonesia. ledakan Penduduk di Indonesia ini diakibatkan angka natalitas lebih tinggi dari angka mortalitas. Faktor pernikahan pada usia dini dan kurangnya sosialisasi mengenai keluarga berencana (KB) ke daerah-daerah pedesaan adalah penyebab utamanya. Bagi penduduk di Indonesia, ada suatu paradigma yang berkembang di masyarakat yaitu “Banyak anak banyak Rezeki”. Memang harus di akui paradigma tersebut benar, akan tetapi paradigma tersebut hanya berlaku bagi orang-orang yang berada pada taraf kesejahteraaan yang cukup matang, sedangkan bagi mereka yang yang berada di dalam golongan taraf kesejahteraannya rendah, tidak berlaku paradigma tersebut. Bagi mereka yang berada pada taraf kesejahteraan rendah, banyak anak bukan banyak rejeki, banyak anak banyak juga pengeluaran dan tanggungan hidup mereka.
Ledakan penduduk di Indonesia ini tidak diimbangi oleh pembangunan di daerah-daerah pedesaan. Pembangunan hanya terfokuskan di daerah perkotaan saja, jadi penduduk lebih terkonsentrasi pada daerah perkotaan. Wilayah perkotaan menjadi padat dan wilayah pedesaan menjadi lebih lenggang karena di tinggalkan oleh penduduknya untuk mengadu nasib di perkotaan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mencanangkan program transmigrasi. Transmigrasi mempunyai pengertian yaitu memindahkan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang tidak terlalu padat penduduknya. Misalnya dari pulau Jawa ( pulau yang terbanyak penduduknya ) ke pulau Kalimantan. Program ini memang bagus untuk  meratakan penduduk di Indonesia. Namun pada kenyataannya, program ini kurang berhasil. Hal ini dikarenakan mereka yang dipindahkan tidak mempunyai skil yang dibutuhkan di daerah tersebut. Misalnya, di pulau Jawa, dia berprofesi sebagai seorang buruh. Akan tetapi setelah di pindahkan ke pulau Kalimantan dia dituntut untuk berprofesi sebagai petani. Karena dia tidak memiliki skil yang dibutuhkan di sana dan juga dia kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sana, dia tidak bisa survive dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya.
Peningkatan kuantitas penduduk di Indonesia tidak diimbangi oleh peningkatan kualitas penduduknya. Permasalahan kualitas penduduk di Indonesia dilihat dari lima aspek, yaitu :
1.      Tingkat kesehatan
Tingkat kesehatan di Indonesia tergolong masih rendah. Hal ini dilihat dari kurangnya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai untuk masyarakat golongan menengah ke bawah.
2.      Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan di Indonesia sudah cukup maju sekarang, setelah ada pencanangan program wajib belajar 9 tahun, serta adanya program sekolah gratis sampai jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sebelum adanya program ini tingkat pendidikan di Indonesia itu rendah, hal ini lagi-lagi dikarenakan faktor ekonomi.
3.      Lama sekolah
Lama sekolah penduduk di Indonesia masih tergolong rendah, karena masih dalam tingkat pendidikan dasar
4.       Tingkat melek huruf
Tingkat melek huruf di Indonesia sudah berkembang cukup pesat. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia sendiri telah sadar bahwa penting sekali bagi mereka untuk bisa membaca.
5.      Tingkat pendapatan per kapita
Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan per kapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara ; semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Permasalahan kependudukan Indonesia yang diakibatkan oleh kepadatan penduduknya juga berdampak pada tingkat pengangguran yang tinggi, banyaknya rumah-rumah kumuh yang tidak layak untuk dihuni serta tingkat kriminalitas yang tinggi pula. Hal ini lagi-lagi dikarenakan tingkat perekonomian Indonesia yang tergolong masih rendah. Oleh sebab itu, apabila Indonesia ingin permasalahan kependudukan ini teratasi dan tidak menjadi suatu hal yang berlarut-larut, maka pemerintah Indonesia sendiri harus meningkatkan taraf perekonomian penduduknya dan meratakan penghasilan penduduknya (agar tidak terjadi kecemburuan sosial).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar