Selasa, 17 Januari 2012


Karantina Haji Zaman Kolonial Belanda di Pulau Onrust

Hubungan  antara Timur Tengah dengan Indonesia sudah terjalin sejak lama, bahkan sebelum Islam lahir di tanah jajirah Arab, Hubungan antara timur tengah dan Nusantara sudah terjalin. Namun Hubungan tersebut hanya sebatas perdagangan saja. Menurut sejarawan Hamka menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-7 (ini teori baru, teori sebelumnya Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13). Pernyataan Hamka ini perkuat dengan fakta sejarah yang mengemukakan bahwa dalam pelayaran yang dilakukan oleh bangsa Arab yang ditulis oleh T.W. Arnold sejak abad ke-2 sebelum masehi sudah menguasai Ceylon. Pendangan yang serupa juga disampaikan oleh Abdullah bin Nuh dan Dr.Shahab dalam “Seminar Masuknya Agama Islam ke Indonesia”. Kedua pendapat pembanding ini mengutip pendapat Cooke, bahwa sejak abad ke -2 SM pengaruh Arab sangat luas sekali dalam bidang perdagangan hingga Ceylon, selanjutnya kedua pembanding menambahkan keterangan Dr.Fuad Hasanain Ali yang menyatakan”…negara ini pada masa dahulu kala memainkan peranan penting dalam perdagangan dunia lama. Teristimewa antara negara-negara sekitar Samudera Hindia dan Laut Tengah.
Informasi tersebebut menjelaskan bahwa bangsa Arab telah sampai Cylon pada abad ke -2 SM. Memang tidak dijelaskan lebih lanjut tentang sampainya ke Indonesia. Tetapi kita hubungkan dengan kepustakaan Arab kuno yang menyebutkan Al-Hind  adalah India atau pulau-pulau sebelah Timurnya sampai ke Cina, besar kemungkinan pada abad ke-2 SM bangsa arab telah sampai ke Indonesia. Hanya saja penyebutannya sebagi pulau-pulau Cina atau Al-Hind. Jika benar telah ada hubungan antara bangsa arab dengan Indonesia sejak abad ke-2 SM, maka bangsa Arab merupakan bangsa asing pertama yang datang ke Nusantara. Menurut keterangan D.H. Burger dan Prajurit Atmosudirdjo, bangsa India dan Cina baru mengadakan hubungan dwenagn Indonesia pada abad ke-1 M, sedangkan Hubungan Arab dengan Cina terjadi jauh lebih lama, melalui jalan darat yang biasa disebut Jalan Sutra.     
Dengan diketahuinya fakta ini, tidaklah mengherankan bila pada 674 M telah terdapat perkampungan pedagang Arab Islam di pantai Barat Sumatra, bersumber dari berita Cina. Setelah Islam, ajaran-ajaranya pun masuk ke ranah masyarakat Indonesia. Salah satu diantaranya  adalah Haji. Haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima. Wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang sudah mampu. Karena kewajiban inilah,ada sebagian dari umat muslim di nusantara yang melaksanakannya.
Haji pada masa Kolonial Belanda diawasi sangat ketat. Hal ini dikarenakan pihak colonial khawatir akan adanya pemikiran-pemikiran yang menentang Belanda yang dibawa akibat dari perjalanan haii ini. Oleh karena itu ada tempat pengkarantinaan orang-orang yang ingin pergi haji.
Pulai Onrust Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust. Nama ‘Onrust’ diambil dari bahasa Belanda yg artinya ‘Tidak Pernah Beristirahat’ atau dalam bahasa Inggrisnya ‘Unrest’.
Sejak penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, Pulau Onrust menjadi pulau yang sangat strategis sekaligus sangat sibuk. Onrust yang memiliki nama lain sebagai Pulau Kapal memang senantiasa sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Selain itu Pulau Onrust menjadi markas Belanda yang penting untuk menyerang daratan Jakarta.
Seiring berkurangnya pengarush Inggris di Hindia Belanda, pada tahun 1848, Belanda masuk kembali ke Pulau ini dan difungsikan sebagai Pangakalan Angkatan Laut. Namun pada tahun 1883, sarana prasarana yang telah dibangun oleh belanda kembali hancur berat akibat gelombang Tidal letusan gunung Krakatau. Pada tahun 1911 s.d. 1933, Pulau Onrust diubah fungsinya sebagai Karantiana Haji. Masyarakat Indonesia pada saat itu yang akan naik haji ke Mekah dikarantina terlebih dahulu di pulau ini baik ketika pergi maupun sepulangnya. Hal ini merupakan taktik dari Belanda untuk menekan pengaruh ulama-ulama pada masa itu. Belanda tahu bahwa pergoalakan/pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada saat itu karena dipengaruhi oleh besarnya kharismatik ulama di mata rakyatnya.
Perjalanan Haji ke tanah suci mekah ini merupakan sarana dimana masyarakat muslim di dunia berkumpul. Karena demikianlah kolonial Belanda sangat takut sekali para jemaah haji yang pualng dari tanah suci ini mendapat pemikiran-pemikiran baru yang ia dapat dari perjlalan suci ini. Pemikiran-pemikiran ini bisa saja dapat membahayakan eksistensi Kolonial Belanda di Indonesia. Pemikiran-pemikiran tersebut seperti di dalam Islam penjajahan tidak diperbolehkan. Semua manusia khususnya kaum muslimin berhak mendapatkan kemerdekaan. Pemikiran yang lebih ekstrim lagi adalah pemikiran tentang orang-orang yang memerangi umat Islam atau di sebut dengan orang-orang kafir dihalalalkan darahnya untuk dibunuh. Karena pemikiran-pemikiran tersebutlah, membuat pihak Kolonial Belanda merasa was-was apabila ada rakyat Indonesia yang akan dan telah datang dari perjalanan hajinya, sehingga penyelenggaraan haji pada zaman kolonial Belanda sangat diawasi sekali.
Selain itu motivasi Belanda datang ke Indonesia bukan hanya mencari rampah-raempah dan kekayaan lainnya di nusantara. Melainkan Belanda Juga mempunyai misi zending yaitu misi pengkristenisasian orang-orang di Nusantara. Belanda takut apabila ulama-ulama yang datang dari perjalanan hajinya memperoleh ilmu yang lebih dari sana. Satu lagi Belanda takut akan misi dakwah yang ulama-ulama bawa membuat misi zending mereka gagal. Dalam agama Islam, setiap muslim berkewajiban untuk meyebarkan  luaskan agama Islam atau berdakwah. Nah…dengan semangat dakwah inilah yang ditakutkan oleh pihak Belanda.

Daftar Sumber
Suryanegara, Ahmad Mansur. 1995.
Menemukan Sejarah : Wacana Pergerakan Islam di Indonesia. Bandung : Mizan

Gladiator



Sinopsis cerita

Film ini diawali oleh cerita keberhasilan Roma memenangkan pertempuran di Germania dan germania secara otomatis jatuh ke wilayah Roma. Keberhasilan Roma ini tidak lepas dari peranan seorang Jendral terbaik yang pernah dimiliki oleh Roma, Maximus. Keberhasilan maximus memenangkan pertempuran yang ia pimpin membuat Caesar menetapkan Maximus sebagai pengganti Caesar setelah sang Kaisar meninggal nanti. Maximus bukanlah orang yang haus akan kekekuasaan, yang ia inginkan setelah Roma berhasil merebut Germania ialah pulang ke kampung halamannya bertemu dengan anak dan istrinya yang sekarang sedang menunggu kedatangannya.
Keputusan Kaisar untuk menjadikan Maximus sebagai penggantinya amat ditentang keras oleh putranya yang bernama Commondus. Commondus berpendapat bahwa dirinyalah yang berhak untuk menggantikan kedudukan ayahnya, karena dialah putra satu-satunya sang Caesar. Kenapa Caesar tidak menyerahkan kekuasannya kepada Commundus? Caesar beranggapan bahwa Commondus tidak pantas untuk menggantikan dia. Dalam setiap peperangan Commondus tidak pernah terlibat, dia pengecut. Berbeda dengan kakaknya yang lebih berani dibandingkan dengan Commondus. Sayangnya kakaknya itu seorang wanita. Oleh karena itulah Caesar menyerahkan jabatanya kepada Maximus ” Jenderal Terbaik Roma”.
Commondus mengetahui bahwa ayahnya akan menyerahkan kekaisarannya kepada Maximus, ia merencanakan untuk membunuh Caesar sebelum ayahnya itu mengumumkan bahwa Maximuslah yang menjadi penggantinya. Sang Caesar mati ditangan anaknya sendiri, Commondus. Maximus menyadari bahwa sang Caesar mati secara tidak wajar dan ia merasa kalau Commondus telah membunuh ayahnya sendiri. Maka dari itu ia tidak mau menjabat tanggan Commondus yang ingin menjadikan dia saudaranya. Merasa tersinggung oleh Maximus, Commondus memerintahkan untuk membunuh Maximus beserta keluarganya. Anak dan isteri maximus mati terbakar dan disalib hidup-hidup oleh para pesuruh Commondus. Maximus selamat dan diambil oleh seseorang untuk dijual sebagai budak.
Ia dibeli oleh seseorang yang pernah menjadi Gladiator di Coloseum, tempat terkenal di Roma dan menjadi salah satu keajaiban dunia. Maximus yang lebih dikenal namanya sebagai Spaniard (sebutan orang Spanyol) dibawa ke Roma untuk bertarung di Colloseum. Hal ini dimanfaatkannya untuk membalas dendam kepada Commondus yang telah membunuh keluarganya.
Maximus menang dalam pertarungan Gladiator yang ia hadapi. Rakyat Roma takjub akan penampilan Maximus sebagai Gladiator. Nama Maximus dielu-elukan oleh rakyat Roma ” Spaniard, Spaniard”(sebelum tau nama aslinya Maximus). Commondus juga kagum akan aksi yang Maximus tampailkan di depan ribuan Rakyat Roma (sebelum ia tau bahwa sang Gladiator itu adalah Maximus). Setelah tahu bahwa sang Gladiator itu adalah Maximus, ia geram. Dia menyiapkan pertandingan lagi untuk Maximus. Pertandingan ini penuh akan kecurangan, meskipun begitu Maximus dapat memenangkan pertandingan tersebut, dan Rakyat Roma yang menyaksikannya semakin mencintai Maximus.
Akhir dari cerita Film ini adalah pertarungan Gladiator antara Commondus dengan Maximus. Commondus mati ditangan Maximus, dan maximuspun mati karena sebelum pertandingan dimulai Maximus dicurangi, bahunya di tusuk. Maximus berpesan bahwa kekuasaan Roma harus berada di tangan Rakyat, dan senatorlah yang menjadi perwakilan rakyat. Maximus mati dan namanya harum dimata Rakyat Roma, sebagai seorang Jendral perang terbaik yang dimiliki oleh Roma dan sebagai Galdiator yang telah memenangkan massa.

Analisis
             Berbeda dengan Film Troy yang lebih banyak mengedepankan unsur dewa-dewa yang paling dihormati, film Gladiator lebih sedikit. Film ini lebih mengedepankan cerita kepahlawanan sang Jendral perang Roma Maximus yang telah berhasil membuat wilayah Roma semakin luas.
            Selain itu di dalam Film Troy mengusung cerita bahwa Raja memengang kekuasaan secara mutlak tanpa batas karena raja merupakan penjelmaan seorang dewa di bumi. Sedangkan pada film Gladiator tidak, kekuasan raja dibatasi oleh senator. Senator adalah penjelaman dari rakyat, wakil dari rakyat. Jadi dapat disimpulkan bahwa kekuasaan secara tidak langsung dipengang oleh Rakyat, tidak sepenuhnya dipegang oleh raja. Kekuasaan dan kebijakan seorang raja akan diawasi oleh senator sebagai penjelmaan dari Rakyat.
  
Unsur Mitos
Unsur kepercayaan terhadap dewa-dewi dalam filn gladiator tidak terlalu ditonjolkan, tetapi masih ada kepercayaan terhadap dewa-dewa daan mitos yang lain ketidakmungkinan seorang Gladiator dapat hidup setelah melakukan pertandingan Gladiator, dalam pertandingan Gladiator yang sesungguhnya, sang Gladiator tidak satu kali, dan pastinya sang Gladiator terbunuh pada saat pertandingan. Cerita sang Gladiator Maximus seolaah-olah dilebih-lebihkan.

Unsur Sejarah
Unsur sejarah dalam film Gladiator adalah tokoh-tokoh dalam film ini ada dalam sejarah seperti sang Caesar Marcus Aurellius, Commundus ,livius. Dan nama kota dari provinsi Roma Zuchabar itu ada dan peperangan antara Roma untuk menaklukkan Germanian di jelaskan tahunnya, yaitu 180 a.d.

Unsur Sastra
Film  Gladiator ini merupakan karya sastra berupa fiksi, api ada unsur sejarah yang di masukkan. Unsur fiksi disini adalah cerita matinya Commudus yang begitu cepat, padahal  sejarahnya Commudus itu masa pemerintahanya cukup lama, satu dekade.


Troy



Sinopsis Cerita

Kisah dalam Film “Troy” ini diangkat dari sebuah karya maha agung “Illiad ” karya Homer. Film ini mengkisahkan peperangan antara Sparta dari Yunani dengan Troy. Awal mulanya antara Sprata dengan Troy mempunyai kesepakatan untuk berdamai. Namun perdamaian ini berubah menjadi perang, dikarenakan Paris putra raja Priam dari Troy mencintai Helena Ratu dari Raja Menelaus. Paris membawa Helen ke Troy untuk dijadikan istrinya. Melihat hal ini raja Menelaus geram dan akhirnya mmengerahkan bala prajuritnya untuk menyerang Troy. Raja Agemannon saudara dari Raja Manelaus sangat gembira dengan hal ini, karena pada mulanya Raja Agemannon memang tidak mau berdamai dengan Troy. Kalau saja Sparta berhasil menaklukan Troy, wilayah Sparta menjadi luas dan sekitar wilayah laut Agea akan menjadi wilayah Sparta.
Sparta memiliki prajurit yang tangguh dalam peperangan dan juga memiliki taktik yang cemerlang dalam menghadapi peperangan. Sparta juga memiliki seorang prajurit yang tangguh yang bernama  Archilles seorang manusia setengah Dewa, ayahnya manusia dan ibunya seorang Dewi. Pada mulanya Archilles tidak mau ikut berperang melawan Troy, karena bujuk rayuan Odysseus, salah satu Raja Sparta meyakinkan dia (Archilles) kalau ia ikut dalam peperang ini namanya akan dikenang sepanjang masa. Archilles mengikuti perang melawan Troy bukan karena ia ingin berbakti kepada Sparta dan menolong Raja Menelaus, tetapi ia berperang untuk dirinya sendiri, untuk menjadikan namanya dikenang sepanjang masa.
Archilles bersama prajuritnya tiba di pantai Troy, dan langsung menaklukkan daerah pantai tersebut. Pantai Troy sangat berarti bagi kerajaan Troy, karena di pantai ini terdapat sebuah kuil tempat pemujaan Dewa Apollo, dewa matahari yang merupakan dewa tertinggi bagi kerajaan Troy. Selain menguasai kuil, Archilles menawan Brises sepupu Pangeran Hector. Archilles jatuh cinta pada Brises dan memutuskan untuk kembali ke Sparta. Namun hal itu berubah, sepupu Archilles terbunuh di tangan Hector dalam peperangan, dia memakai baju perang Archilles agar bisa mengikuti perang tersebut.
Melihat sepupunya terbunuh dalam perang ini, Archilles memutuskan untuk tidak pulang ke Sparta. Ia dendam dengan Hector karena telah membunuh sepupunya protoneus. Ia  menantang Hector untuk berduel dengan dirinya. Duel ini dimenangkan oleh Archilles, Hector mati dan mayatnya diseret oleh Archilles ke tendanya. Raja Priam dengan beraninya datang ke tempat Archilles dan memohon untuk membawa mayat putra tertuanya untuk dimakamkan selayaknya seorang pangeran dimakamkan. Karena keberanian raja Priam mendatanginya, Archilles mengabulkan permintaan raja Priam. Ia membiarkan raja Priam membawa mayat Hector putra tertuanya dan juga Brises. Selain itu Achilles tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke raja Sparta, archilles memberikan waktu perdamaian selama 12 hari untuk tidak menyerang Troy.
Raja Sparta Agemannon tidak suka dengan keputusan Archilles yang memutuskan sesuatu atas kehendak dirinya sendiri. Ia berpendapat, saat inlah waktu yang sangat tepat untuk menyerang Troy karena Putra makkota dari Troy sudah tewas. Sparta memikirkan bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam benteng wilayah kerajaan Sparta. Dan akhirnya Odysseus, menemukan jalannya. Sparta membuat sebuah patung kuda yang sangat besar yang ditujukan untuk Troy sebagai hadiah, dan di dalam patung kuda itu terdapat prajurit-prajurit Sparta. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat memasuki benteng pertahanan Troy.
Taktik ini berhasil, dan dalam sekejap saja Troy habis dibakar oleh Sparta. Namun Raja Sparta, Agemannon mati ditangan Archilles. Archilles membunuh Agemannon untuk menyelamatkan Brises wanita yang dicintainya. Brises selamat, tetapi  Achilles mati oleh panahnya Paris. Archilles mati dan sesuai dengan keingginannya ia mati dan meninggalkan sebuah nama yang akan dikenang sepanjang masa. Archilles seorang prajurit tangguh dari Sparta, si manusia yang mempunyai darah dewa.

Analisis
Ikatan budaya  yang melekat pada zaman Yunani adalah mempercayai adanya dewa-dewa. Peperangan yang dimenangkan oleh Troy, ketika prajurit Sparta tidak diperkuat oleh Achilles dikarenakan dewa Apollo dewa tertinggi mereka marah kepada prajurit Sparta yang telah meluluh-lantahkan kuil dewa Apollo dan memenggal patung Dewa Apollo. Sedangkan Sparta juga menyakini para dewa, dan meraka mempunyai dewa tertinggi mereka adalah dewa Zeus, dewa tertinggi Yunani.
Sparta mempunyai taktik peperangan yang hebat, terbukti Sparta mampu menaklukkan Troy.  Untuk mengusai dan menaklukkan sebuah daerah haruslah dengan jalan perang, tak ada jalan lain selain perang. Dan memang diakui sepanjang masa bahwa Sparta dari Yunani, memang hebat dalam peperangan

Unsur Mitos
Unsur mitos pada film troy begitu lekat hal ini terlihat pada kepercayaan kedua kerajaan Sparta dan Troy. Troy percaya bahwa kemenangan yang mereka peroleh berasal dari kutukan Dewa Apollo yang mengutuk prajurit Sparta yang kalah perang. Mereka menganggap bahwa Dewa Apollo marah karena Kuil pemujaan Dewa Apollo diluluh-lantahkan oleh Para prajurit Sparta, sehingga kekalahan prajurit Sparta dikarenakan kutukan oleh Dewa Apollo ewa tertinggo kerajaan Troy.
Sedangkan Dewa tertinggi Sparta adlah Dewa Zeus, selaiin itu mereka juga beranggapan bahwa Archilles merupakan percampuran antara Manusia dengan Dewi. Ayahnya manusia, ibunya seorang Dewi.

Unsur sejarah
Unsur sejarah dalam film Troy adalah kerajaan Sparta yang merupakan salah satu kerajaan kecil dari yunani, kerajaan Troy masih belum dipastikan tempatnya, tapi di dalam film ini dijelaskan bahwa kerajaan Troy berada di sekirat laut Agea, dan wilayahnya ini sekarang menjadi negara Turki. Waktu peperangan antara Troy dan Sparta tidak dijelaskan, menurut sumber peperangan tersebut terjadi selama 10 tahun, tapi tidak jelas tanggal peperangan tersebut

Unsur sastra
Unsur sastra dalam film Troy tidak dijelaskan secara eksplisit, tapi film ini dianggakat ari sebuah karya sastra yang agung dari Homer yang berjudul ”Illiad”.




“ Kota Jakarta Dulu dan Sekarang”

Jakarta, nama ini tidak semata-mata muncul begitu saja. Nama ini berasal dari nama Jayakarta, jaya berarti kemenangan dan karta berarti paripurna. Awal mulanya sebelum manjadi Jayakarta, kota ini bernama Sunda Kelapa. Kota pelabuhan di sekitar selat sunda ini pada awalnya tidak terlalau ramai. Baru sekitar abad ke 12, pelabuhan ini terkenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Banyak kapal-kapal dagang asing yang datang ke pelabuhan ini. Negara-negara asing tersebut antara lain Tiongkok, Jepang, India, dan Timur Tengah dan tak terkecuali dari negara Eropa seperti Portugis, Spannyol, Inggris dan Belanda. Negara-negara Eropa ini awalnya berniat berdagang di pelabuhan ini. Namun karena melihat hidup dan ramainya pelabuhan ini, merekapun berniat untuk memonopoli dan sampai akhirnya ingin menguasai, menjajah daerah pelabuhan ini. Portugislah mengawali penjajahan di pelabuhan Sunda kelapa ini.
Pada tanggal 22 Juni 1527, Kerajaan Cirebon dibantu oleh Demak menyerang dan mematahkan hubungan kerjasama antara kerajaan Sunda dengan Portugis dibawah pimpinan Fatahillah atau Faltehan, pelabuhanpun dapat dikuasai. Kemenangan ini disyukuri dengan mengubah nama Sunda kelpa menjadi Jayakarta. Tangggal kemenangan ininlah yang dijadikan sebagai tanggal lahirnya kota Jakarta.
Setelah Portugis berhasil ditaklukkan, jayakarta tidak dapat lepas juga dari pengaruh asing. Pada sekitar tahun 1596, Belanda singgah di Jayakarta. Pada tahun 1619, VOC (persekutuan dagang Belanda) dibawah pimpinan Jean Pieterzoon coen menaklukkan dan mengubahnya menjadi Batavia. Pada masa Jean Pieterzoon Coen inilah, Batavia dijadikan kota pelabuhan sekligus sebagi pusat pemerintahan. Kota Batavia ini dibangun sedemikian rupa, sehingga menyerupai kota-kota di Belanda. Di kota ini dibangun benteng dan didalam benteng tersebut hanya orang-orang Belanda dan Eropa saja yang menempatinya, sedangkan orang pribumi, Timur Asing dan Timur Tengah berada di luar benteng. Karena pemetaan wialyah kota Batavia ini, interaksi antara pribumi dengan orang-orang Timur Asing dan Timur Tengah terjali. Dengan adanya interaksi demikian, terjadi akulturasi kebudayaan pribumi dengan negara-negara tersebut, sehingga menimbulkan suatu kebudayaan yang baru, tapi tak lepas dari kedua kebudayaan tersebut, contohnya: gambang kromong, tari cokek.
Jakarta dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Penduduknya heterogen, dari berbagai suku bangsa dan negara ada di Jakarta. Jakarta seolah-olah menjadi medan magnet yang kuat, sehingga banyak penduduk yang berada diluar wilayah Jakarta tertarik untuk datang ke Jakarta. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan pertukaran uang di Jakarta jauh labih dinamis dibandingkan kota-kota di luar Jakarta, fasilitas yang lengkap serta didukung oleh sarana pariwisata yang membuat seseorang betah tinggal menetap di Jakarta. Keadaan penumpukan penduduk yang demikianlah yang memperparah kota Jakarta. Pembangunaan gedung-gedung yang tidak terkendali. Daerah peresapan air pun dijadikan daerah pemukiman penduduk, seperti daerah rawa belong, rawa kepa, rawa angke. Inilah yang menyebabkan kota Jakarta menjadi daerah langganan banjir tiap tahunnya. Selain itu kanal-kanal, kali-kali di Jakarta yang berfungsi sebagai pembuangan air, banyak sampah sehingga kali tersebut dangkal. Inipun lagi-lagi karena human error, kesalahan penduduk Jakarta yang tidak peduli akan kebersihan kota yang yang berjuluk kota metropolitan ini.
Keadaan ini jauh berbeda dengan keadaan kota Jakarta pada masa Batavia. Kanal-kanal, parit-parit teratur rapih dan bersih, mungkin bisa dikatakan apabila Jakarta masih bernama Batavia (penjajahan Belanda) keadaan kota Jakarta akan seperti kota Amsterdam di Belanda. Meskipun Belanda menjadi penjajah negeri kita sehingga membuat penduduk negeri ini menderita, seharusnya kita belajar dari negeri kincir angin tersebut mengenai tata kota yang baik. Dan seharusnya tidak meniru yang negative dari mereka seperti KKNnya (korupsi, kolusi, dan nepotisme).


Pengaruh Islam terhadap Tujuh Unsur Kebudayaan

Kita mengetahui bahwa Islam yang datang ke Indonesia berasal dari berbagai wilayah. Ada empat teori yaitu teori Arab, teori Persia, Teori Gujarat, dan teori Cina. Dari kempat teori ini masing-masing wilayah meninggalkan kebudayaan yang berbeda pula. Teori Arab meninggalkan dari segi religi meninggalkan sebuah mazhab yang banyak dianut oleh penduduk di Indonesia, selain itu dari segi bahasa, bahasa Indonesia banyak penginversian dari bahasa Arab misalnya tarif dari ta’arif, Syukur,dan masih banyak lagi. Teori Persia menyebutkan hasil dari kebudayaan Persia yang masih ada di Indonesia adalah peringatan peristiwa wafatnya Hasan Husein yang masih berlangsung di Sumatra barat, yang disebut dengan peringatan Tabuik.  Teori Gujarat  penggagasnya adalah Snouguch Hugronje dibuktikan dengan adanya peninggalan batu nisan Malik Al-Shaleh Raja dari Kerajaan Samudera Pasai. Sedangkan Cina meninggalkan kebudayaan berupa baju taqwa (baju koko), dan Songkok (kopiah).
Terlepas dari keempat teori teori tersebut, Islam masuk ke Indonesia harus menghadapi kebudayan lokal yang sudah ada  seperti kebudayaan Hindu-Budha. Untuk itu, dakwah Islam di Indonesia mengakulturasikan dengan kebudayaan lokal setempat. Misalnya saja dakwah yang dibawa oleh salah satu wali songo, Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga menggunakan media wayang sebagai alat untuk berdakwah. Selain inu ada konsep “Meru” dalam pembuatan Masjid Demak, Konsep Meru (atap Tumpang) pada atap Masjid demak menandakan kebudayaan Islam telah berakulturasi dengan local (Hindu-Budha) dari segi arsitektur. Akulturasi ini menandakan merupakan agama yang toleran terhadap agama lain.

Peranan Islam dalam pendidikan juga memberikan sumbangan yang besar. Hal ini terlihat didirikannya pondok-pondok pesantren yang berguna untuk menimba ilmu agama Islam. Pendirian pesantren-pesantren ini, membuka peluang para pemuda Indonesia untuk mempelajari Islam dan Al-Quran. Al-Quran yang dipelajari bukan hanya memuat bagaimana tata cara beribadah saja, dari segi ilmu pengetahuan juga ada di Al-Quran, sehingga dengan masuknya Islam di Indonesia membuka cakrawala ilmu pengetahuan yang lebih luas dari sebelum masuknya agama Islam.
Islam mengajarkan sistem baru dalam bidang perekonomian. Sebelum datangnya Islam perekonomian di Indonesia menggunakan sistem barter, kemudian berpindah ke system perdagangan. Dari sistem perdagangaan ini dikenalkan uang sebagai alat untuk pembayaran. Mengapa sistem perdagangan? Sistem perdagangan ini dianjurkan dan menjadi Sunah bagi umat muslim, karena diajarkan dan dipraktekkan  oleh Rasullah SAW.
Segi religi dalam islam juga menawarkan proses pengkuburan yang berbeda dari kebudayaan Hindu-Budha. Pada masa Hindu Budha, system pengkuburan dilakukan dengan cara membakar (kremasi) jenasah. Di Islam hal tersebut tidak ada. Islam mengajarkan manusia yang berasal dari tanah harus kembali ke tanah. Jadi manusia yang sudah mati harus di kubur dalam tanah. Konsep ini berbeda dari konsep sebelum masuknya Islam.
Jadi, dengan demikian proses masuknya agama Islam mempengaruhi semua aspek kehidupan tanpa terkecuali, termasuk sistem kebudayaan. Adanya akulturasi budaya Islam di Indonesia menandakan Islam masuk ke Indonesia bersifat toleran terhadap agama lain, Islam yang masuk ke Indonesia dilakukan secara damai tak ada paksaan untuk masuk kedalam Islam. Hal ini yang membuat banyak orang yang berbondong-bondong masuk Islam.
 Daftar sumber :
Suryanegara, Ahmad Mansur.1995.
            Menemukan Sejarah : Wacana Pergerakan Islam di Indonesia.Bandung : Mizan.

Sabtu, 14 Januari 2012


SEJARAH DEKONSTRUKSI OLEH ALUN MUNSLOW

Postmoderisme telah mengubah sebagaimana yang telah kami pelajari. Pada dekontruksi sejarah, Alun Munslow seorang guru besar sejarah dari universitas Staffordshire, menguji sejarah pada masa post modernisme. Dia memberikan pendahuluan untuk debat dan isu dari sejarah post moderenisme. Dekontruksi sejarah telah menjadi perbincangan yang kontroversi di kalangan sejarawan.
Buku ini berisikan tentang isu yang berkembang pada masa postmoderisme dikalangan sejarawan. Isu tersebut yaitu tentang dekonstruksi sejarah. Ada empat kunci disini, yaitu pertanyaan tentang epistimologi, fakta, teori sosial, dan naratif. Sejarawan dekonstuksi meragukan apa yang apa yang benar terjadi pada masa lampau. Akan tetapi, ini bukanlah anti sejarah, ini hanya sebagai kritikan saja buat sejarawan.
Ada empat pembahasan yang dibahas pada buku yang berjudul Decontructing history oleh Alun Munslow ini. Pembahasannya antara lain tentang epistimologi, fakta-fakta, teori sosial dan naratif. Epistomologi atau Teori Pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, di antaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis. Di sini banyak di luar kalangan sejarawan bahkan sejarawan itu sendiri mengangap sejarah itu tidak epistimologi.
            Suatu penulisan sejarah tidak lepas dari naratif, begitu juga dengan dekonstruksi sejarah. Sekarang yang menjadi tanda tanya, apa itu naratif ? naratif adalah isi atau penjelasan sejarah. Naratif biasanya berisi tentang tempat dan  peristiwa yang terjadi. Naratif di dalam sejarah tidak hanya bercerita saja, melainkan juga dengan suatu analisis yang mendalam. Hasil yang dinaratifkan tidak seluruhnya objektif, bahkan bisa dibilang subjektif. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tidak ada yang objektif pada penjelasan sejarah, yang objektif dari sejarah itu adalah peristiwa yang terjadi pada saat itu saja. Naratif di dalam sejarah sudah mengalami penambahan dan pengurangan, sesuai dengan analisis dari sejarawan itu sendiri.
            Apa bahan dari baku dari penulisan sejarah tersebut? Tentunya bahan dasar untuk menulis sejarah adalah fakta. Tanpa fakta, sejarawan tidak mampu meneliti dan menulis  sejarah. Fakta sejarah bersumber dari sumber-sumber sejarah. Sumber-sumber sejarah bisa berupa dokumen-dokumen sejarah, arsip dan sebagainya. Wawancara atau sejarah lisan pun  bisa dijadikan sebagai sumber sejarah. Sumber-sumber sejarah tersebut tidak semerta-merta diterima begitu saja. Oleh karena itu diperlukan kritik, baik ekstern maupun intern. Kritik tersebut digunakan oleh sejarawan untuk menguji otentisitas dan kredibelitas sumber sejarah sejarah tersebut.
            Ilmu sejarah itu tidak berdiri sendiri. Ilmu sejarah memerlukan ilmu-ilmu sosial lain. Ilmu sejarah menggunakan ilmu sosial utuk melakukan pendekatan, contohnya ilmu sejarah dengan ilmu sosiologi. Pendekatan-pendekatan ilmu-ilmu social ini diperlukan ilmu sejarah untuk mengokohkan konsep. Biasanya penulisan sejarah menggunakan teori-teori sosial untuk menyokong penulisan sejarah. Pendekatan-pendekatan ilmu sejarah dengan teori-teori sosial dinamakan multidimensial approach.
            Jadi, suatu rekonstruksi sejarah bisa dikatakan sudah teruji, sama halnya dengan ilmu-ilmu pengetahuan lain. Meskipun ilmu sejarah itu cenderung subjektif, tetapi dengan didukung oleh fakta-fakta yang sudah dikritik dan pendekatan-pendekatan dengan ilmu sosial lain, bisa dikatakan ilmu sejarah itu sama dengan ilmu pengetahuan lain yang telah teruji.
             

Jumat, 13 Januari 2012


SASTRA DAN NASIONALISME

Kebanyakan orang, khususnya masyarakat awam mengangap karya sastra adalah suatu karya yang bernilai seni. Sastra juga identik dengan puisi, novel, cerpen, dan lain sebgainya. Sastra juga bsa dikatakan seni seseorang dalam mengolah kata. Sastra digunakan hanya sebagai hiburan dan hanya  dinikmai oleh segelintir orang yang memahami karya sastra tersebut. Karya sastra yang banyak dijumpai berkisar tentang romantisme seseorang yang sedang jatuh cinta. Coretan-coretan karya sastra itu merupakan ungkapan dan gambaran perasaan seseorang yang sedang ia rasakan, pikirkan. Kadang kalanya ada juga karya sastra yang menggambarkan kondisi sosial  masyarakat yang terjadi pada sang penulis.
Karya-karya sastra tersebut mengandung nilai-nilai moral yang terungkap secara tersirat. Nilai-nilai moral tersebut dapat diambil sebagai ibrah atau hikmah bagi pembaca. Ibrah atau hikmah yang terkandung di dalam karya satra tersebut merupakan suatu pengalaman yang disampaikan dari sang penulis dengan maksud agar sang pembaca dapat mengambil hikmah tersebut dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Mungkin banyak di antara kita yang masih belum mengetahui ada karya-karya sastra yang mengandung nilai-nilai nasionalisme. Contohnya, kisah Siti Nurbaya dan Datuk Maringih. Sebenarnya di dalam cerita tersebut terkandung makna-makna nasionalisme, akan tetapi kebanyakan orang hanya menangkap isi cerita si Siti Nurbaya yang nikahkan secara paksa oleh Datuk Maringgih. Kalau sang pembaca cerita ini memahami benar kisah Siti Nurbaya ini, pembaca dapat menyimpulkan bahwa si Datuk Maringgih lah yang menjadi tokoh sentral dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme tersebut. Sayangnya banyak pembaca yang menangkapnya sebagai suatu cerita tersebut dari segi percintaannya saja, atau mungkin hanya sedikit orang yang membaca cerita Siti Nurbaya ini.

Pers dan Nasionalisme
Pers di Indonesia mulai berkembang setelah dibelakukannya politik etis. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan mulai sejak diberlakukanya politik etis, bangsa Indonesia sedikit demi sedikit mulai melek huruf. Selain politik etis, perkembanngan pers di Indonesia dipengaruhi juga oleh masuknya mesin cetak.
Pada rentang waktu antara tahun 1900 sampai 1920 ada sekitar 180 jenis surat kabar yang beredar di kota Batavia. Surat kabar, majalalah yang beredar pada masa itu terbagi ke dalam empat bahasa, yaitu Tionghoa-Melayu, Belanda, Jawa,  dan Arab. Jadi bisa dikatakan perkembangan pers di Indonesia dipetakan kedalam tiga golongan, yaitu pers Belanda, pers Cina, dan pers Pribumi (Hasan, 2002: ).
Menurut  daftar B. Schirieke, salah seorang penasihat pemerintahan urusan bumiputra memaparkan bahwa ada sekitar 107 surat kabar dan majalah yang terbit tahun 1920an. Beliau juga menjelaskan dari 107 surat kabar dan majalah tersebut digolongkan menjadi empat corak, yaitu nasional, liberal, radikal dan komunistis. (Husin, 1978 : 115).
            Pers dijadikan suatu alat yang digunakan untuk menyebarkan paham nasionalisme. Mengapa pers? Karena surat kabar atau pers merupakan suatau alat untuk membentuk suatu kolektivitas pemikiran secara massal. Meskipun pada masa-masa Hindia Belanda hanya sedikit sekali yang bisa membaca, namun pers pada masa tersebut mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan nasionalisme di Indonesia.
            Pers yang ada pada masa perjuangan kemerdekaan tersebut ada yang berskala nasional dan ada pula yang berskala lokal. Pers skala lokal ini juga mempunyai peranan yag cukup penting juga bagi pembentukan rasa nasionalisme Indonesia. Pers local ini memberikan kontribusi mengenai pemahaman-pemahaman makna nasionalisme, kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Pers lokal ini sangatlah penting, karena pers kmampu menjangkau daerah-daerah yang tidak terjangkau bagi pers yang berskala nasional. Jadi bisa dikatakan pers lokal merupakan alat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.



Pariwisata di Kota Hujan (Bogor)

Pariwisata, dunia ini merupakan sasuatu hal yang sangat menarik untuk digeluti. Peluang bisnis di dunia melancong ini sangatlah menguntungkan. Semua peluang bisnis terbuka lebar, dari bisnis makanan sampai bisnis souvernir atau cinderamata. Karena begitu besarnya peluang-peluang untuk meraup uang di dunia wisata ini membuat setiap kota berlomba-lomba untuk mempercantik kota mereka agar menarik para wisatawan untuk berkunjung ke kota-kota mereka.
Bogor, kota berjuluk kota hujan ini pun tak kalah bersaing dengan kota-kota lainnya untuk memperlihatkan keesotikannya. Bogor merupakan kota yang sangat dekat dengan ibukota Negara, Jakarta. Hal ini merupakan point plus bagi kota Bogor, banyak warga kota Jakarta yang menghabiskan waktu liburnya ketika akhir minggu untuk mengunjungi berbagai tempat-tempat indah di Bogor termasuk makanannya yang lezat membuat wisatawan betah untuk berkunjung ke kota Bogor. Hawa udaranya yang sejuk dan kawasan berbelanja juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta maupun kota-kota lainnya di Indonesia, wisatawan asing juga tertarik akan keindahan kota Bogor yang sangat terkenal akan Kebun Rayanya yang memilki banyak jenis tanaman yang eksotis yang berasal dari seluruh dunia.
Bila kita melirik kota Bogor, tidak ada salahnya juga mengetahui sejarah kota Bogor. Selama Pemerintah Belanda (VOC) pada abad ke-17, Bogor itu bernama Buitenzorg, yang berarti "kota untuk istirahat" atau "kota tanpa formalitas" (Buiten Alle Zorgen sebagai kata Belanda) Istana Bogor ini digunakan oleh VOC Jenderal sebagai tempat untuk beristirahat . Bogor pada tahun 1908 adalah pemerintah pusat dan tempat hunian Governour Jenderal. Seperti sejuk dan memiliki pemandangan yang indah, Bogor telah menjadi pusat penelitian tentang tanaman tropis dan perkebunan di Sukabumi, Cianjur dan Bogor.
Kota Bogor ini memiliki tempat-tempat yang menarik untuk di kunjungi oleh wistawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara. Tempat-tempat  wisata yang biasa  dikunjungi oleh wisatawan di antaranya :

1. Istana Bogor

Istana Bogor didirikan oleh Gubernur Jendral Belanda, Baron Gustaaf willem Van Imhoff tahun 1745. Tempat ini digunakan sebagai tempat peristirahatan dihari libur. Kemudian dipakai sebagai kediaman resmi para gubernur jendral dan pejabat pemerintahan Hindia-Belanda sejak 1870 hingga 1942. Kini menjadi salah satu Istana Presiden Republik Indonesia. Istana yang luasnya 24 hektar ini pernah menjadi tempat diselenggarakannya Konfrensi Lima Negara (India, Pakistan, birma, Ceylon dan Indonesia) pada tahun 1954, APEC tahun 1994. Di dalamnya tersimpan sekitsr 219 karya pelukis ternama dan 136 patung/keramik. Untuk masuk ke dalam Istana ini harus ada inji khusus dari Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Bogor.

2.. Museum Zoologi

Museum ini terletak di dalam lingkungan Kebun Raya bogor ini didirikan pada tahun 1984 oleh Dr. J.G. Koningsberger. Di sini terdapat berbagai koleksi binatang-binatang yang sudah diawetkan, meliputi puluhan ribu species mamalia, serangga, reptilia, burung, ikan, keong, kerang, dll. Terdapat juga hewan jenis purba dan satwa langka.

3. Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor memiliki luas 111 hektar. Kebun ini didirikan pada tahun 1817 dan terletak disebelah Istana Bogor. Pendirinya adalah Prof. Dr. CG Reinwardt, ahli botani Belanda. Di taman kira-kira  terdapat 20.0000 jenis tanaman, yang terdiri dari berbagai macam tanaman dari dalam maupun luar negeri, termasuk Anggrek dan Kaktus. Kebun ini juga dilengkapi dengan perpustakaan, labolatorium dan museum zoologi, dan merupakan salah satu pusat penyelidikan ilmiah terkenal di dunia dan sering dikunjungi oleh ahli botani dari luar negeri.
Di dalam kebun ini terdapat bunga raksasa atau bunga bangkai (amorphophalus Titanum Beccari), yang ditanam pada tahun 1912 sebanyak 11 pohon, berasal dari hutan Sumatera, dan ditemuka oleh ahli botani dari Itali, bernama Beccari. Bunga ini mempunyai garis tengah 54 cm dan tingginya 2,5 meter, dan berwarna ungu dan kuning. Kebun ini juga berfungsi sebagai tempat pariwisata dan rekreasi terutama banyak dikunjungi pada hari-hari besar dan libur. Di halaman kebun ini juga terdapat makam istri Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jendral Inggris di Pulau Jawa yang bertugas dari tahun 1811 hingga 1816, dan pernah tinggal di Istana Bogor.

4. Batu Tulis

Batu tulis adalah  prassati peniggalan jaman Kerajaan Padjadjaran yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno. Isi dari prasasti ini menyebutkan raja Pakuan Padjadjaran yang bernama Prabu Purana dinobatkan kembali dengan nama Sri Paduka Maharaja Ratu Haji dalam tahun yang tidak jelas karena ada huruf yang kosong, sehingga ada berbagai macam penafsuran Prasasti ini disimpan di tepi jalan raya Batutulis, Bogor, sekitar 2 km dari pusat kota

5. Taman Safari

Di Taman Safari Indonesia, marga satwa akan hidup bebas didalam lingkungan yang mendekati habitat alaminya. Disini kita dapat menyaksikan secara akrab seluruh tingkah laku satwa liar dan jinak yang jumlahnya tidak kurang dari 400 ekor, diantaranya terdapat Lion, Tiger, Cheetah, American Black Cear, Brown Bear, Zebra American, Bison, Watussi, Lamma, African Elephant dan banyak lagi binatang langka yang dapat kita saksikan.
Kelebihan yang dimiliki taman margasatwa ini dibandingkan dengan taman margasatwa lainnya di Indonesia adalah kita dapat langsung melihat satwa liar dari dalam kendaraan yang kita tumpangi, dilengkapi juga dengan tempat rekreasi dengan fasilitas yang menarik.

6. Air Panas Ciseeng

Air Panas Ciseeng Terletak di kecamatan Parung, 26 km dari kota Bogor, dapat dicapai oleh semua jenis kendaraan. Kita dapat menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit dengan kendaraan Bogor-Parung-Ciseeng. Sebuah gunung kapur ditengah-tengah persawahan yang mengeluarkan air panas dengan kadar belerang yang sangat tinggi dimana dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit.Para pengunjung dapat naik ke atas pegunungan untuk melihat pemandangan alam sekitarnya dan dari jauh pegunungan terlihat seperti salju serta daerah sekitar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai daerah perkemahan.

7.Batu Tulis Ciarutuen
Batu Prasati dari jaman raja Purnawaman yang memerintah kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 masehi, terletak di tepi sungai Ciaruteun, desa Ciampea, 9 km dari Bogor. Prasasti ini ditulis dengan huruf Palawa berbahasa Sansekerta. Perjalanan ke lokasi harus ditempuh dengan berjalan sejauh 2 km.

8. Bogor-Cipanas

Objek wisata ini terdapat berbagai obyek wisata yang ramai dikunjungi di daerah Ciawi, Cipayung, Cisarua, Cipanas dan Puncak. Daerah yang mempunyai fasilitas relreasi, hotel, villa, restoran, kolam renang, tempat berkemah, dll. Juga dapat dipergunakan pengunjung sebagai tempat konfrensi/seminar dan olah raga (gantole/hang gliding). 

9.  Objek Wisata Belanja “Tajur”

Tajur, setelah mendengar kata Tajur di dalam pikiran kita yang terbayang adalah tas. Tajur merupakan tempat penjualan tas-tas yang bagus. Tas-tas tajur merupakan Industri rumahan atau Home Industri

Selain itu kota Bogor terkenal akan wisata kulinernya. Makanan-makanan dari kota ini menjadi ciri khas dari kota Bogor , misalnya asinan bogor, taoge goreng, roti unyil, dan sebagainya. Adapun tempat-tempat yang menjadi daya tarik kota bogor dari segi wisata kuliner, diantaranya :

1. TAOGE GORENG  Ibu Hj. Rodiah

Apabila kita ke kota Bogor, jangan lupa mampir ke tempat taoge goring Ibu Hj.Rodiah yang berada di jalan jenderal soedirman ini. Walaupun dinamakan taoge goreng, tapi sebetulnya sang taoge sama sekali tidak digoreng. Tauge direbus bersama mi di atas nampan yang dipanaskan dengan api dari bara arang. Taoge yang sudah matang ini lalu disajikan bersama tahu goreng, lontong dan disiram kuah taoco yang dimasak bersama oncom dan bumbu-bumbu. Harga per porsi taoge goreng dipatok seharga Rp. 3.500,00.
Asinan Bogor Gedung Dalam
Asinan bogor sudah terkenal di luar kota bogor. Makan yang segar kaya akan vitamin ini ada berbagai macam, yaitu asinan buah, asinan sayur, dan asinan campur. Asinan bogor yang terkenal ada di jalan Surya kencana 138.

2. Roti Unyil Venus

Namanya unik, roti Unyil, roti kecil beraneka rasa mulai rasa coklat, stroberi, keju, dan lan sebagainya. Roti unyil yang terkenal dikota bogor adalah Roti unyil Venus . 

3. SOTO MIE SILIWANGI
Bila kita jalan-jalan ke kota bogor dan inggin memberi roti unyil, jangan lupa mampir dulu untuk makan soto mie. Soto mie yang enak dikota bogor adalah soto mie yang berada di jalan  siliwanggi.

4. COLENAK
Colenak adalah singkatan dari dicocol enak. Makanan ini merupakan cemilan yang terbuat dari tapai singkong atau pisang yang ditaburi daging kelapa muda diatasnya. Kenapa dinamakan colenak? Ini dikarenakan tapai dan pisangnya dicocol ke dalam larutan gula jawa (seperti caramel). Salah satu warung Colenak yang terkenal dari dahulu sampai sekarang adalah di Jl. Sukamulya II.

4. PUTER MAS DOTO
Es puter iniudah terkenal semenjak tahun 60 an. Es puter mas Doto ini berbeda dari es puter lainnya. Es puter Mas Doto ini manisnya berasal dari gula asli. Begitupun rasa dari es puter ini selalu berganti-ganti. Rasa yang ditawarkan esputer mas Doto ini ada kadang kelapa muda, kadang alpokad, kadang nangka, dan yang terfavorit adalah rasa durian. Es Puter Mas Doto. Letaknya di Jl. Sukasari.

MANAJEMEN WISATA DI KOTA BOGOR
Bila kita membicarakan manajemen wisata, kita akan terbayang pengelolaan wisata di kota Bogor. Kota Bogor merupakan yang sangat strategis. Letaknya tak jauh dari ibukota negara Jakarta. Disamping itu udara kota bogor yang sejuk menjadi daya tarik sendiri bagi kota yang berjuluk kota hujan ini. Tak ahyal, banyak warga kota Jakarta banyak yang berkunjung untuk menghilangkan kepenatan mereka di kota yang dulunya bernama Buitenzorg ini.
Meskipun begitu, pengelolaan kota bogor sebagai kota pariwisata harus dikelola dengan sebaik mungkin agar menarik para wisatawan untuk datak ke Bogor. Pengelolan wisata  kota Bogor  di antara adalah dengan menawarkan wisata alam di kota ini. Karena panorama kota bogor yang cantik dan udara yang sejuk di kota ini menambah daya tarik tersendiri. Meskipun begitu, janganlah dibangun banyak vila di sana. Cukup hanya beberapa villa saja. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, dengan banyak dibangun villa-villa di kota bogor, panorama keindahan kota Bogor akan berkurang, kota bogor menjadi padat, suasananya akan sama dengan kota Jakarta yang semraut.
Hal-hal yang harus  diperhatikan juga oleh pemkot kota Bogor adalah tata kota Bogor. Tata kota bogor harus diperhatikan di sini karena apabila tata kotanya semraut kacau tidak menentu akan mengurangi keindahan kota Bogor dan otomatis akan menimbulkan kemacetan kota Bogor. Kota ini akan sama seperti kota Jakarta yang macet dan semraut. Jadi pengolaan tata kota di kota Bogor sangat penting sekali, sehingga wisatawan yang berkunjung ke kota Bogor merasa nyaman akan kota bogor yang rapih, bersih, dan indah dan ini akan menjadi nilai tambah kota Bogor itu sendiri.











SEJARAH LISAN DI INDONESIA DAN KAJIAN SUBJEKTIVITAS
“Sejarawan Bukanlah Introgator ataupun Reporter”

Penulisan sejarah kontemporer bagi kalangan sejarawan sedang sekarang ini sedang hangat-hangatnya. Pelurusan sejarah dimasa kontemporer menjadi hal yang dilematik bagi sejarawan. Sejarawan sendiri dituntut untuk tidak mengedepankan kembali sejarah dari sisi kaca mata orang-orang besar. Sejarah kontemporer yang masih menjadi tanda tanya yang besar yaitu mengenai Sejarah PKI , penumpasan gerakan 30 september.
Penulisan sejarah kontemporer ini lumayan sulit. Hal ini dikarenakan sumber-sumber yang ada pada masa itu jarang ditemukan. Untuk mengatasi kekeringan sumber tersebut, sejarawan harus menggunakan metode lain dalam penulisan sejarah. Sejarah lisan mungkin dapat mengatasi kekeringan sumber bagi sejarawan yang sedang menulis tentang sejarah kontemporer.
Namun yang harus diperhatikan dalam penulisan sejarah lisan, di sini ada unsur subjektivitas sumber yang begitu kental. Sejarah lisan bukanlah sekedar wawancara seseorang seperti biasanya, bukan juga pengintrogasian sumber sejarah lisan tersebut. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi sejarawan yang ingin melakukan sejarah lisan di antaranya: sejarawan harus bersikap kritis dalam melakukan pewawancaraan, hal ini dilakukan guna menyortir mana yang subjektif, dan yang objektif. Memang benar sulit sekali memisahkan antara subjektif dan objektif, karena tak ada yang objektif kecuali peristiwa itu sendiri. Setidaknya sejarawan harus mengkritik sebelum maupun sesudah wawancara lisan dilakukan. Pengkritikan sebelum wawancara lisan dilakukan dengan kritik internal, yaitu apakah si sumber lisan mau dan mampu tidak untuk melakukan wawancara. Mau di sini berarti apakah si sumber lisan ini mau memaparkan kebenaran, memberikan kesakasian tentang kebenaran itu. Misalnya saja, pada saat melakukan wawancara mengenai peristiwa Gerakan 30 september, apakah si saksi mau memaparkan kejadian tersebut, di sini si saksi akan berusaha menyimpan sebagian fakta-fakta yang dia alami. Mungkin saja karena ketakutan mereka untuk mengungkapkan fakta tersebut. Mampu, mampu disini berarti apakah saksi dari peristiwa itu hadir pada saat peristiwa itu terjadi, apakah saksi dekat dengan peristiwa itu, dan apakah keahlian saksi itu. Pengkritikan setelah melakukan wawancara dengan sumber lisan yaitu dengan mengkoroborasi hasil wawancara dengan sumber-sumber lainnya.
Faktor yang penting lainnya, ketika melakukan wawancara lisan adalah psikologi dari si sumber lisan. Faktor ini sangat lah penting, dikarenakan dari faktor ini si pewawancara mau tidak melakukan wawancara. Mungkin saja ada kejadian dimasa lalu itu yang tidak ingin dia paparkan karena hal tersebut merupakan aib bagi dirinya. Selain itu mengkin saja ada ketakutan dari si sumber, apabila si sumber memaparkan semua kejadiannya, si sumber takut nantinya dia ditangkap oleh pihak yag berwajib. Nah…ini yang perlu di garis bawahi oleh sejarawan, sejarawan bukanlah seorang introgator, sejarawan hanya melakukan wawancara terhadap si sumber, bukan untuk menyalahi si sumber, atau menghakimi si sumber. Biarkanlah si sumber menceritakan kejadian yang dia alami. Sejarawan jangan sekali-sekali memotong pembicaraan si sumber  lisan, dan jangan juga menyalahkan pernyataan dari sumber. Bisa jadi, apabila sejarawan menyangah pernyataan dari si sumber, dia tidak akan memaparkan yang lebih banyak lagi kejadian yang dialaminya. Anggaplah diri kita adalah seseorang yang tidak mengetahui seluk beluk peristiwa tersebut. Dalam hal ini, Sejarawan harus menjadi pendengar yang baik, pendengar yang antusias untuk mendengarkan apa yang dipaparkan. Buatlah nyaman si sumber lisan sehingga dia tidak canggung memaparkan semuanya, bahkan hal-hal yang rahasia sekali pun.
Penulisan sejarah kontemporer Indonesia dangan menggunakan metode sejarah lisan ini cukuplah efektif. Hal ini dikarenakan, suber yang ada merupakan sumber yang hidup, sumber hidup ini dapat memaparkan semua kejadian yang dialaminya apabila si sejarawan mampu membaca situasi dan psikis dari sumber tersebut. Mungkin kendala yang akan banyak dilalami oleh sejarawan dalam melakukan wawancara adalah ketidakterusterangan dari sumber. Jadi sejarawan di sini harus pintar mendekati sumber, mebuat nyaman  sumber, sehingga dia mau memaparkan kebenaran tersebut. Dan sekali lagi sejarawan itu bukanlah introgator, yang menyalahkan pernyataan si sumber dan bukan pula seorang reporter.

WAJAH IBUKOTA JAKARTA
“Pemukiman Kumuh di Kota Jakarta
                                                         


Latar Belakang Munculnya Pemukiman Kumuh di Kota Jakarta
Permasalahan yang ada di kota Jakarta cukup beragam, mulai dari pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, sampai ke perumahan kumuh di daerah kota. permasalahan ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Perumahan kumuh di daerah DKI Jakarta juga diakibatkan oleh kemiskinan yang terjadi di wilayah DKI  Jakarta. Kemiskinan ini juga diakibatkan arus urbanisasi yang cukup pesat ke daerah ibukota Jakarta.
 Adanya arus urbanisasi yang terjadi secara besar-besaran dari suatu wilayah ke wilayah lainnya yang pada umumnya dari desa ke kota merupakan salah satu penyebab dari keberadaan pemukiman kumuh. Alasan perpindahan penduduk ini adalah ingin mengais rejeki dan mencari peruntungan di kota. mungkin saja melihat tetangga mereka yang tinggal di kota menjadi maju, sehingga mereka pun tertarik untuk ke kota.
Pada kenyataannya, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kehidupan di perkotaan memiliki persaingan yang cukup ketat. Tanpa memiliki keahlian khusus bagi mereka yang datang ke kota, maka akan sulit untuk dapat bersaing dengan lainnya – kebanyakan mereka yang datang ke ibu kota tidak memiliki keahlian yang cukup memadai. Hal demikian mengakibatkan mereka yang beruntung memiliki modal sendiri (walaupun pas-pasan) atau memiliki koneksi terpaksa beralih pada pekerjaan di sektor-sektor informal lainnya seperti dengan menjual bakso, tukang becak, penjual kaki lima, dll. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki modal atau tidak memiliki keahlian sama sekali, akhirnya terpaksa menjadi pengangguran atau bila sudah ‘kepepet’ terpaksa melakukan kejahatan.
Sementara itu, sedemikian pesatnya pertumbuhan daerah perkotaan juga telah menyebabkan terjadinya persaingan dalam penggunaan lahan. Hal ini menimbulkan penyalahgunaan lahan, misalnya antara penggunaan lahan untuk perumahan dengan penggunaan lahan untuk industri, atau penggunaan lahan untuk ruang terbuka hijau, pemukiman atau perkantoran. Disamping itu, secara bersamaan terjadi penciutan luas lahan pertanian, akibat dari perluasan lahan untuk perkantoran, pusat perbelanjaan, pertokoan dan lainnya. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, penggunaan lahan di wilayah DKI Jakarta menunjukan adanya perubahan lahan yang cukup besar dari penggunaan untuk pertanian menjadi untuk bangunan dan jenis-jenis penggunaan lainnya.
Namun, selain untuk kegiatan perekonomian, ada sebagain besar luas dari wilayah DKI Jakarta masih dimanfaatkan untuk pemukiman penduduk. Akan tetapi luas tanah yang ada tidak mencukupi untuk seluruh penduduk di kota Jakarta. Hal ini menimbul masalah lagi di Jakarta, pemukiman kumuh pun menjadi hiasan dari Ibukota Negara ini. Adapun wilayah-wilayah yang terdapat lingkungan pemukiman kumuh, diantaranya berkategori kumuh berat yang lokasinya tersebar hampir diseluruh wilayah. Di Jakarta Pusat pemukiman kumuh terdapat di kecamatan Senen, Kemayoran dan Johar Baru atau tepatnya di kelurahan Petojo Selatan, Karang Anyar, dan Galur, di Jakarta Timur di kelurahan Cipinang Melayu, Cipinang, Cempedak, Pisangan Baru, Kayu Manis dan Pisangan Timur, di Jakarta Selatan di kecamatan Kebayoran Lama, Mampang Prapatan dan Pancoran, dan di Jakarta Barat di kecamatan Angke, Duri Utara, Tambora, Kapuk dan Rawa Buaya. Nampak bahwa pemukiman kumuh yang terluas (terbanyak) terdapat di wilayah Jakarta Utara. Pada umumnya kawasan kumuh serta gubuk liar berada disekitar perumahan penduduk golongan menengah ke atas dan juga sekitar gedung-gedung perkantoran maupun lokasi perdagangan, sehingga semakin memperlihatkan adanya perbedaan sosial-ekonomi dan turut pula memperburuk kualitas lingkungan visual kota.

Kondisi Pemukiman Kumuh di Kota Jakarta
Pemukiman kumuh di daerah DKI Jakarta dapat ditemukan di daerah-daerah pinggiran kali, selain itu ada juga di derah-daerah kolong Jembatan Layang dan daerah pinggiran rel kereta api. Rumah-rumah kumuh ini biasanya berbentuk gubuk-gubuk yang terbuat dari triplek kayu pada dinding-dindidingnya. Adapun ciri-ciri dari pemukinman kumuh tersebut diantaranya, pertama sanitasi atau masalah Kebersihan di wilayah perumahan Kumuh tidak memadai. Masalah sanitasi atau masalah kebersihan ini cukup penting untuk diperhatikan. Sanitasi yang buruk akan menimbulkan dampak yang memprihatinkan bagi kesehatan. Selain itu Air bersih sulit untuk ditemukan. Masalah sampah juga tidak diperhatikan, banyak sampah-sampah yang yang tidak terurus dan tak ada tempat Pembuangan sampah disana. Kedua, Ventilasi udara atau pertukaran udara yang sedikit sehingga pertukaran udara yang sehat sangat kurang. Kondisi ini mungkin dikarenakan sudah terlalu padatnya pemukiman di kota Jakarta. Bisa dikatakan, perumahan-perumahan dikota Jakarta bila kesamping kanan kiri, kebelakang, dan kedepan bertemu dengan tembok karena terlalu padatnya pemukiman yang ada di kota Jakarta, sehingga hanya sedikit space atau jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya. Dari padatnya rumah-rumah di kota Jakarta ini juga menimbulkan pencahyaan yang masuk ke rumah-rumah di kota Jakarta kurang, ini juga termasuk salah satu ciri dari pemukiman yang kurang sehat. Selain itu efek dari kepadatan penduduk ini juga mengakibatkan tata bangunan yang tidak teratur. Ciri lain dari pemukiman kumuh lainnya adalah fungsi bangunan tersebut bukan hanya untuk hunia saja, sekaligus sebagai tempat usaha. Hal ini dikarenakan untuk membeli atau meyewa tempat untuk berusaha di Jakarta sangatlah sulit. Kalau adapun harganya cukup tinggi, jadi mereka mengambil alternative lainya, yaitu menjadikan rumah mereka sebagai tempat untuk usaha. Ciri terakhir dari pemukiman kumuh adalah  tidak adanya lahan untuk penghijauan. Hal ini lagi-lagi dikarenakan kepadatan penduduk di kota Jakarta.
Kebalikan dari pemukiman kumuh adalah pemukiman yang sehat. adapun  ciri-ciri hunian atau perumahan yang sehat di antaranya, pertama, sarana dan prasarana sanitasi ada dan terawat. Kedua adanya ventilasi udara yang cukup untuk pertukaran udara sehat. Ketiga, bangunan yang teratur. Kemudian ciri-ciri lainya, fungsi bangunan sebagai hunian bukan berfungsi yang lain. Ciri-ciri pemukiman sehat yang terkahir adalah ada penghijauan.

Solusi Mengatasi Pemukiman Kumuh di Kota Jakarta

Setiap suatu masalah pasti ada pemecahannya, begitu juga masalah pemukiman Kumuh di wilayah DKI Jakarta. Pemukiman kumuh yang membuat wajah DKI Jakarta tidak indah dipandang mata ini dapat diatasi dengan cara kerjasama antara pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta itu sendiri.
Relokasi daerah pemukiman Kumuh itu sendiri sudah sering kali dibahas oleh Pemerintah DKI Jakarta. Relokasi pemukiman kumuh atau yang biasa disebut orang awam penggusuran, tidaklah efektif apabila tidak ada pengganti rumah yang layak huni bagi mereka. Perumahan susun yang bisa dibilang sebagai pengganti dari rumah-rumah mereka, belum bisa memadai. Hal ini dikarenakan harga sewa dari rumah susun tersebut mahal, sehingga tidak terjangkau oleh mereka. Selain itu, kebanyakan rumah-rumah susun yang ada sudah dibeli oleh orang-orang yang mampu, lalu disewakan kembali. Jadi perlu adanya campur tangan dari pemerintah untuk memberikan hunian yang layak untuk mereka dengan catatan mendata mereka yang kurang mampu, dan pelarangan  pembelian rusun kepada orang-orang yang bisa dikatakan mampu.

Ibukota Jakarta Cerminan Negara Indonesia
            Sebagai Ibukota Negara, Jakarta menjadi daya terik tersendiri bagi rakayat Indonesia. Jakarta sebagai pusat segalanya, mulai dari pusat pemerintahan, pusat ekonomi dan bisnis, pusat pendididkan yang bagus, dan lain sebagainya menjadikan kota dengan mascot elang bondol ini menjadi kota tujuan untuk meraup rejeki. Namun pada keenyataannya, kota Jakarta bukanlah suatu tempat yang menjadi ladang uang bagi mereka-mereka yang tak punya skill yang cukup. Bagi mereka inilah yang sulit survive di Jakarta. Mereka yang sulit untuk bertahan di kota megapolitan ini akan menimbulkan permasalahan bagi Jakarta, salah satunya adalah pembangunan pemukiman-pemukiman kumuh di wilayah Jakarta.
  Perumahan-perumahan kumuh yang ada di wilayah kota Jakarta merupakan masalah yang cukup serius dan perlu penanganan yang cukup dari pemerintah DKI Jakarta. Dengan adanya pemukiman kumuh di wilayah DKI Jakarta membuat wajah Ibukota menjadi tidak cantik. Sebagai ibukota Negara, hal ini harus diperhatikan oleh pemerintah karena ibukota merupakan cerminan dari Negara Indonesia. Apabila wajah Jakarta dihiasi oleh pemukiman yang teratur dan rapi, pandangan Negara lain pun akan positif ke Indonesia. Oleh karena itu Jakarta sebagai wajah dari Negara Indonesia harus dipercantik dengan tata kota yang teratur dan rapi, terutama dari pemukiman-pemukiman penduduknya.

Kamis, 12 Januari 2012

Dunia Dalam Setting Media

Dunia dalam Setting Media
                                                Oleh : Pramita

Dizaman yang begitu canggih sekarang ini, segala bentuk informasi dan komunikasi begitu mudah dan cepat untuk diperoleh oleh masyarakat luas. Media komunikasi dan informasi ini selalau bekembang seiring perkembangan zaman. Bermula dari surat kabar, majalah, koran, atau yang biasa kita sebut sebagai media cetak. Kemudian berkembang menjadi media elektronik seperti radio, telegram, telepon, televisi, dan yang sekarang sedang marak adalah internet.
Manusia itu pada dasarnya adalah makhluk peniru. Manusia melakukan suatu perbuatan bukan dari dirinya sendiri, melainkan dengan melihat apa yang dicontohkan sebelumnya.  Salah satu media yang dijadikan plagiasi oleh manusia itu adalah media komunikasi massa. Pengertian  media menurut Denis MC. Quail  itu  berarti sebuah industri yang berkembang yang menciptakan suatu lapangan pekerjaan, barang dan jasa. Selain itu juga media dikatakan sebagai sebuah institusi tersendiri yang memiliki peraturan dan norma yang terkait dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. Media massa merupakan alat control, manajemen dan inovasi dalam masyarakat menjadi sumber untuk memperoleh realitas sosial. Komuniksasi  massa dipengaruhi oleh kemampuan untuk membuat produksi massa dan untuk menjangkau khalayak dalam jumlah besar. Jadi media komunikasi massa bisa mengontrol dan memengaruhi kehidupan manusia.
Kita sering melihat seseorang yang berprilaku yang sama dengan yang ada di film-film dan sinetron. Bahkan yang lebih parahnya lagi kriminalitas yang ditampilkan oleh media, ditiru juga oleh seseorang yang melihat tayangan tersebut. Contohnya, media televisi memberitakan pembunuhan seseorang dengan cara memutilasi korbannya, kemudian beberapa hari kemudian cara pembunuhan tersebut diulangi lagi oleh orang yang melihat media tersebut yang merencanakan atau tidak merencanakan pembunuhan tersebut.
Begitu sangat besar pengaruhnya media komunikasi massa ini, membuat para politikus memanfaatkan media ini sebagai wadah politik mereka. Media komunikasi ini mereka setting sedemikian rupa untuk mendukung ideologi yang mereka usung. Mungkin hal ini terlihat jelas ketika adanya pemilihan umum. Karena peranan media ini sangat penting, para calon kandidat pemegang kursi kekuasaan memanfaatkan peranan media komunikasi ini sebagai lahan mereka untuk berkampanye. Menurut McCombs seorang profesor bidang jurnalistik di Universitas Texas, Austin dan Shaw menyimpulkan bahwa media massa secara signifikan mempengaruhi pada para pemilih dengan sajiannya yang dianggap sebagai masalah utama dari kampanye.
Studi komunikasi yang berfokus pada pengaruh media massa dalam agenda politik melatarbelakangi teori penataan agenda (agenda-setting). Teori ini dikemukakan oleh dua peneliti AS, Malcom McCombs dan Donald Shaw, sebagai hasil riset yang mereka lakukan pada pilpres AS 1972, sebagai hubungan positif antara agenda media dan agenda publik. Mereka menamai hubungan ini dengan sebutan agenda-setting.
Agenda setting memusatkan perhatian pada efek media massa terhadap pengetahuan. Fokus perhatian bergeser dari efek afektif ke efek kognitif. Media tidak dapat mempengaruhi orang untuk mengubah sikap, tapi media massa cukup berpengaruh pada apa yang ada di pikiran orang. Jadi media massa mempengaruhi persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Media massa memilih informasi yang dikehendaki dan berdasarkan apa yang di terima, khalayak membentuk persepsinya sendiri tentang berbagai peristiwa.
Media massa tidak menentukan “what to think” tapi mempengaruhi “what to think about”. Dengan memilih berita tertentu dan menyampingkan yang lain, menonjolkan satu persoalan, media membentuk citra atau gambaran dunia kita seperti yang disajikan media massa. Fungsi agenda setting sendiri menurut McCombs dan Shaw adalah mampu menimbulkan perubahan kognitif diantara individu-individu.
Pengaruh media komunikasi massa ini yang begitu besar ini sudah dimanfaatkan oleh para pejuang kemerdekaan pada massa pergerakan nasional. Pada massa itu banyak organisasi-organisasi politik yang menggunakan alat media komunikasi massa untuk nenyiarkan ideoligi mereka. Ideology yang mereka punyai harus tersebar ke khalayak banyak, karena apabla ideology tersebut tidak tersebarkan, mana ada para pengikut mereka dan bila tak ada regenerasi di tubuh mereka, ideology mereka akan mati. Sebagai contoh organisasi politik yang menggunakan media komunikasi massa adalah  Indishe Partij (Partai Hindia) menerbitkan majalah yang berjudul De Express. Dan H.M Misbach yang menerbitkan majalah Medan Moeslimin untuk umat Islam dan menyiarkan Islam dan komunisme ketika Sarekat Islam mulai terpengaruh oleh paham-paham komunis.
Asumsi bahwa media media komunikasi ini bisa menyetting dunia ini sampai sekarang pun dapat dirasakan. Pemikiran bahwa media penyetting dunia pun memang terbukti, buktinya banyak yang berlomba-lomba untuk menguasai media komunikasi dan  informasi yang ada. Dengan menguasai media komunikasi inilah, sang pemegang kekuasaan dapat menyetiing pikiran yang melihat dan mendengar informasi yang mereka transformasikan.