Selasa, 17 Januari 2012



Pengaruh Islam terhadap Tujuh Unsur Kebudayaan

Kita mengetahui bahwa Islam yang datang ke Indonesia berasal dari berbagai wilayah. Ada empat teori yaitu teori Arab, teori Persia, Teori Gujarat, dan teori Cina. Dari kempat teori ini masing-masing wilayah meninggalkan kebudayaan yang berbeda pula. Teori Arab meninggalkan dari segi religi meninggalkan sebuah mazhab yang banyak dianut oleh penduduk di Indonesia, selain itu dari segi bahasa, bahasa Indonesia banyak penginversian dari bahasa Arab misalnya tarif dari ta’arif, Syukur,dan masih banyak lagi. Teori Persia menyebutkan hasil dari kebudayaan Persia yang masih ada di Indonesia adalah peringatan peristiwa wafatnya Hasan Husein yang masih berlangsung di Sumatra barat, yang disebut dengan peringatan Tabuik.  Teori Gujarat  penggagasnya adalah Snouguch Hugronje dibuktikan dengan adanya peninggalan batu nisan Malik Al-Shaleh Raja dari Kerajaan Samudera Pasai. Sedangkan Cina meninggalkan kebudayaan berupa baju taqwa (baju koko), dan Songkok (kopiah).
Terlepas dari keempat teori teori tersebut, Islam masuk ke Indonesia harus menghadapi kebudayan lokal yang sudah ada  seperti kebudayaan Hindu-Budha. Untuk itu, dakwah Islam di Indonesia mengakulturasikan dengan kebudayaan lokal setempat. Misalnya saja dakwah yang dibawa oleh salah satu wali songo, Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga menggunakan media wayang sebagai alat untuk berdakwah. Selain inu ada konsep “Meru” dalam pembuatan Masjid Demak, Konsep Meru (atap Tumpang) pada atap Masjid demak menandakan kebudayaan Islam telah berakulturasi dengan local (Hindu-Budha) dari segi arsitektur. Akulturasi ini menandakan merupakan agama yang toleran terhadap agama lain.

Peranan Islam dalam pendidikan juga memberikan sumbangan yang besar. Hal ini terlihat didirikannya pondok-pondok pesantren yang berguna untuk menimba ilmu agama Islam. Pendirian pesantren-pesantren ini, membuka peluang para pemuda Indonesia untuk mempelajari Islam dan Al-Quran. Al-Quran yang dipelajari bukan hanya memuat bagaimana tata cara beribadah saja, dari segi ilmu pengetahuan juga ada di Al-Quran, sehingga dengan masuknya Islam di Indonesia membuka cakrawala ilmu pengetahuan yang lebih luas dari sebelum masuknya agama Islam.
Islam mengajarkan sistem baru dalam bidang perekonomian. Sebelum datangnya Islam perekonomian di Indonesia menggunakan sistem barter, kemudian berpindah ke system perdagangan. Dari sistem perdagangaan ini dikenalkan uang sebagai alat untuk pembayaran. Mengapa sistem perdagangan? Sistem perdagangan ini dianjurkan dan menjadi Sunah bagi umat muslim, karena diajarkan dan dipraktekkan  oleh Rasullah SAW.
Segi religi dalam islam juga menawarkan proses pengkuburan yang berbeda dari kebudayaan Hindu-Budha. Pada masa Hindu Budha, system pengkuburan dilakukan dengan cara membakar (kremasi) jenasah. Di Islam hal tersebut tidak ada. Islam mengajarkan manusia yang berasal dari tanah harus kembali ke tanah. Jadi manusia yang sudah mati harus di kubur dalam tanah. Konsep ini berbeda dari konsep sebelum masuknya Islam.
Jadi, dengan demikian proses masuknya agama Islam mempengaruhi semua aspek kehidupan tanpa terkecuali, termasuk sistem kebudayaan. Adanya akulturasi budaya Islam di Indonesia menandakan Islam masuk ke Indonesia bersifat toleran terhadap agama lain, Islam yang masuk ke Indonesia dilakukan secara damai tak ada paksaan untuk masuk kedalam Islam. Hal ini yang membuat banyak orang yang berbondong-bondong masuk Islam.
 Daftar sumber :
Suryanegara, Ahmad Mansur.1995.
            Menemukan Sejarah : Wacana Pergerakan Islam di Indonesia.Bandung : Mizan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar