“ Kota Jakarta Dulu dan Sekarang”
Pada
tanggal 22 Juni 1527, Kerajaan Cirebon dibantu oleh Demak menyerang dan
mematahkan hubungan kerjasama antara kerajaan Sunda dengan Portugis dibawah
pimpinan Fatahillah atau Faltehan, pelabuhanpun dapat dikuasai. Kemenangan ini
disyukuri dengan mengubah nama Sunda kelpa menjadi Jayakarta. Tangggal
kemenangan ininlah yang dijadikan sebagai tanggal lahirnya kota
Jakarta .
Setelah
Portugis berhasil ditaklukkan, jayakarta tidak dapat lepas juga dari pengaruh
asing. Pada sekitar tahun 1596, Belanda singgah di Jayakarta. Pada tahun 1619,
VOC (persekutuan dagang Belanda) dibawah pimpinan Jean Pieterzoon coen
menaklukkan dan mengubahnya menjadi Batavia .
Pada masa Jean Pieterzoon Coen inilah, Batavia
dijadikan kota
pelabuhan sekligus sebagi pusat pemerintahan. Kota Batavia ini dibangun sedemikian
rupa, sehingga menyerupai kota-kota di Belanda. Di kota ini dibangun benteng
dan didalam benteng tersebut hanya orang-orang Belanda dan Eropa saja yang
menempatinya, sedangkan orang pribumi, Timur Asing dan Timur Tengah berada di
luar benteng. Karena pemetaan wialyah kota Batavia ini, interaksi
antara pribumi dengan orang-orang Timur Asing dan Timur Tengah terjali. Dengan
adanya interaksi demikian, terjadi akulturasi kebudayaan pribumi dengan
negara-negara tersebut, sehingga menimbulkan suatu kebudayaan yang baru, tapi
tak lepas dari kedua kebudayaan tersebut, contohnya: gambang kromong, tari
cokek.
Keadaan
ini jauh berbeda dengan keadaan kota Jakarta pada masa Batavia .
Kanal-kanal, parit-parit teratur rapih dan bersih, mungkin bisa dikatakan
apabila Jakarta masih bernama Batavia
(penjajahan Belanda) keadaan kota Jakarta akan seperti kota
Amsterdam di Belanda. Meskipun Belanda menjadi penjajah negeri kita sehingga membuat
penduduk negeri ini menderita, seharusnya kita belajar dari negeri kincir angin
tersebut mengenai tata kota
yang baik. Dan seharusnya tidak meniru yang negative dari mereka seperti KKNnya
(korupsi, kolusi, dan nepotisme).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar