Di sini....
kulihat rinai nya jatuh
jatuh terhempas ke bumi
kudengar nyayiannya
kulihat tariannya
tarian penuh kerinduan
Di sini....
Di sudut Jendela ini
Ku menanti dia
Tahukah dia bahwa kekeringan melanda ku
kekeringan akibat rasa rindu yang terbendung
kerinduan yang telah lama hinggap
kerinduan untuk bersama
kerinduan untuk bersua
Di sini....
Di sudut jendela ini
ku ukir namanya
ku menanti dia
menanti kedatangannya
melodi kehidupan
Senin, 01 September 2014
Selasa, 24 Juni 2014
Melodi Kerinduan
Apa kabar mu di sana?Baik-baik sajakah?
Tak Perlu khawatirkan diriku di sini
Khawatirkanlah rasa rindu ini
Rindu bertemu dengan mu
Siapa lagi kalau bukan kamu
Ku tak perlu meminta apa pun dari mu
tapi yang ku pinta hanya satu
Cintamu.....
Dan ku berikan juga hati ku untuk mu
tanpa kau memintanya dariku
Wahai pemilik tulang rusuk ini
3 kata untuk mu
"Aku Cinta Kamu"
(Kota Tua, 14 Juni 2013)
Ku sampaikan kepada awan yang berarak
Bentuklah wajahnya disaat ku rindu dia
ku berkata kepada angin yg berhembus
Bisikan salam cintaku padanya
Dan ku ceritakan kepada daun yang jatuh
Aku Cinta Dia....
(Kota Tua, 14 Juni 2013)
Mungkin kata orang aku bodoh
Menunggu sesuatu yang tak pasti
Tapi bukankah di dunia ini tak ada yang pasti
(Kota Tua, 23 September 2013)
Jika mencintaimu adalah suatu kesalahan
Mengapa aku masih memegang kesetian ini hingga saat ini
(Kota Tua, 23 September 2013)
Ada banyak Pertanyaan di dunia ini
tapi....
Hanya satu pertanyaan yang tak mampu ku jawab
"Mengapa aku bisa jatuh cinta kepada mu"
(Kota Tua, 30 September 2014)
Jika itu bukan cinta
Mengapa sampai saat ini masih merasa rindu?
jika ini bukan cinta
Mengapa sampai saat ini wajahnya masih terngiang?
jika ini bukan cinta
Mengapa aku ingin tahu tentang keberadaannya?
Jika ini Cinta
mengapa sampai saat ini ku tak ingin bertemu?
(Condet, 23 Juni 2014)
Senin, 23 Juni 2014
KMP TB TENGAH BLUSUKAN KELILING KAMPUNG
Jakarta - 22 Juni 2014 diperingati sebagai hari kelahiran ibukota Jakarta yang ke 487, gegap gempita dan perayaan demi perayaan digelar di seluruh pelosok ibukota. Namun dari KMP (Kelompok Masyarakat Peduli) TB Tengah merayakan hari kelahiran Ibukota dengan cara yang berbeda dari
![]() | |
| Penyuluhan ke ibu-bu pengupas bawang |
Acara ini diselenggarakan oleh KMP TB PKPU berkerjasama dengan BDI Energi Mega Persada. Acara ini bertemakan One Day Healthainment yang terdiri dari berbagai rangkaian acara. Acara pertama senam sehat yang dihadiri oleh warga-warga sekitar kampung Tengah. Acara kedua jalan sehat dan puncaknya kampanye keliling kampung disertai penyuluhan dari pintu ke pintu. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit TB, selain itu penyuluhan ini juga bertujuan untuk menjaring pasien TB. Bisa dikatakan sebagai ajang jemput bola pasien TB. Hal ini dilakukan karena kebanyakan dari mereka malas untuk memeriksakan penyakitnya ke puskesmas atau yang sudah memeriksa tapi putus berobat.
Para kader KMP TB blusukan mendatangi satu persatu warga di kampung tengah, membagikan stiker Stop TB, memempelkan poster TB, dan menyuluh warga yang mayoritas pekerjaannya sebagai pengupas Bawang. Untuk meramaikan perjalanan mereka agar tidak jenuh, mereka meneriakan yel-yel "TB NO SEHAT YES". Yel-Yel ini merupan jargon mereka berkampanye.
Selasa, 25 Februari 2014
KALENG BUTUT BERMESIN ITU BERNAMA METRO MINI
Bagi warga
Ibukota Jakarta mendengar kata metromini tidak lah asing di telinga. Mini bus
berwarna orange ini tiap hari
berkeliaran di jalanan ibukota dengan kecepatan seperti kuda jingkrak. Sang
supir metromini ini mengendarai seolah-olah pembalab di sirkuit jalanan. Minibus
ini seharusnya tak layak beredar di kota metropolitan, karena dari segi
kenyamanan pun sangat kurang. Penumpang seakan menaiki kaleng bermesin dengan
laju kecepatan tinggi.
“Yah...mau bagaimana
lagi mbak, hanya metromini yang bisa masuk ke jalan-jalan kecil seperti ini,
busway kan bisanya di jalan besar. Selain itu metromini juga murah mbak
ongkosnya cuma tiga ribu perak dari pada naik ojek, bisa-bisa habis sepuluh
ribu rupiah ” ujar salah satu penumpang metromini 53 jurusan Condet Kampung
Melayu saat berbincang-bincang tanggal 15 februari 2014.
Murah dan hanya
satu-satunya kendaraan yang mampu melewati jalan kecil itu alasan mengapa
metromini menjadi primadona penumpang. Seharusnya pengelola dari metromini
memperbaiki kondisi minibusnya. Penumpang butuh kendaraan yang nyaman dan aman
untuk akses mereka ke tempat tujuan yang tak bisa dijangkau busway. Bukankah
kondisi yang nyaman untuk para penumpang menjadi poin plus buat metromini? Mungkin
juga citra metromini sebagai minibus kaleng nan butut akan hilang dari persepsi
masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)

