Kita
mengetahui bahwa Islam yang datang ke Indonesia berasal dari berbagai
wilayah. Ada empat teori yaitu teori Arab, teori
Persia,
Teori Gujarat, da teori Cina. Dari keempat teori ini masing-masing wilayah
meninggalkan kebudayaan yang berbeda pula. Teori Arab meninggalkan dari segi
religi meninggalkan sebuah mazhab yang banyak dianut oleh penduduk di
Indonesia, selain itu dari segi bahasa, bahasa Indonesia banyak menginversikan
dari bahasa Arab misalnya tarif dari ta’arif, Syukur,dan masih banyak lagi.
Teori Persia menyebutkan
hasil dari kebudayaan Persia
yang masih ada di Indonesia
adalah peringatan peristiwa wafatnya Hasan Husein yang masih berlangsung di Sumatra barat, yang disebut dengan peringatan Tabuik. Teori Gujarat
penggagasnya adalah Snouguch Hugronje dibuktikan dengan adanya
peninggalan batu nisan Malik Al-Shaleh Raja dari Kerajaan Samudera Pasai.
Sedangkan Cina meninggalkan kebudayaan berupa baju taqwa (baju koko), dan
Songkok (kopiah).
Peranan
Islam dalam pendidikan juga memberikan sumbangan yang besar. Hal ini terlihat
didirikannya pondok-pondok pesantren yang berguna untuk menimba ilmu agama
Islam. Pendirian pesantren-pesantren ini, membuka peluang para pemuda Indonesia
untuk mempelajari Islam dan Al-Quran. Al-Quran yang dipelajari bukan hanya
memuat bagaimana tata cara beribadah saja, dari segi ilmu pengetahuan juga ada
di Al-Quran, sehingga dengan masuknya Islam di Indonesia membuka cakrawala ilmu
pengetahuan yang lebih luas dari sebelum masuknya agama Islam.
Islam
mengajarkan sistem baru dalam bidang perekonomian. Sebelum datangnya Islam
perekonomian di Indonesia
menggunakan sistem barter, kemudian berpindah ke sistem perdagangan. Dari sistem
perdagangan ini dikenalkan uang sebagai alat untuk pembayaran. Mengapa sistem
perdagangan? Sistem perdagangan ini dianjurkan dan menjadi Sunah bagi umat
muslim, karena diajarkan dan dipraktekkan
oleh Rasullah SAW.
Segi
religi dalam islam juga menawarkan proses pengkuburan yang berbeda dari
kebudayaan Hindu-Budha. Pada masa Hindu Budha, sistem kuburan dilakukan
dengan cara membakar (kremasi) jenasah. Di Islam hal tersebut tidak ada. Islam
mengajarkan manusia yang berasal dari tanah harus kembali ke tanah. Jadi
manusia yang sudah mati harus di kubur dalam tanah. Konsep ini berbeda dari
konsep sebelum masuknya Islam.
Jadi,
dengan demikian proses masuknya agama Islam memengaruhi semua aspek kehidupan
tanpa terkecuali, termasuk sistem kebudayaan. Adanya akulturasi budaya Islam di
Indonesia menandakan Islam masuk ke Indonesia bersifat toleran terhadap agama
lain, Islam yang masuk ke Indonesia dilakukan secara damai tak ada paksaan
untuk masuk ke dalam Islam. Hal ini yang membuat banyak orang yang
berbondong-bondong masuk Islam.
Daftar sumber :
Suryanegara,
Ahmad Mansur.1995.
Menemukan Sejarah : Wacana Pergerakan Islam
di Indonesia.Bandung : Mizan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar