Jumat, 06 September 2013

Agama dan Filsafat di India




Agama yang pertama dan yang tertua di dunia yaitu Hindu. Agama ini merupakan lanjutan  dari kepercayan Indo Arya Weda (Brahmanisme). Pengetahuan mengenai  kepercayaan Indo Arya berasal dari kitab-kitab veda yang berisi nyanyian pujian yang diturunkan dalam tiga bentuk perubahan, yaitu Reg-Veda, Sama-Veda, Yajur-Veda. Reg-Veda terdiri dari 1028 lagu pujianmerupakan bentuk yang paling tua. Buku tersebut berisi pemujaan terhadap dewa-dewa. Sama-Veda terdiri dari ayat-ayatyang terdapat dalam Reg-Veda. Sama-Veda diatur dalam bentuk suatu Himne utuk dipergunakan oleh para Udagantri atau para penyayi lagu-lagu pujaan, berbeda dengan dengan Yajur-Veda. Yajur-Veda berbentuk prosa, merupakan doa-doa yang diucapkan oleh para pendeta yang melakukan pujaan. selainitu ada juga Artharva Vedayang berbeda fungsi dan berisi lagu pujian yang indah. Pada pokoknya Artharva Veda ini berisikan mantra-mantra dan rumus-rumus magis. Nyanyian-nyanyian pujaan tersebut diturunkan secara turun temurun atau Oral History. Namun pengecualin bagi orang-orang Sudra.
Bangsa-bangsa Indo-Arya itu mendiami kawasan disebelah timur sungi Indus, diantara sungai-sungai Suttejdan Yamuna. Daerah itu kemudian lebih dikenal sebagai Brahmanavatara atau Aryavatara yang memiliki arti tempat-tempat kaum Brahma dan orang-orang Arya tinggal. Mereka adalah pengembara yang mempunyai kemampuan bersyair tinggi, meskipun mereka tidak mengenal budaya bahasa tulis. Kesusastraan mereka dapat dibagi menjadi beberapa periode, yaitu periode Veda, Brahmana dan upanisad. Kesusastraan lisan ini merupakan bentuk transisi kebudayaan zaman prasejarah ke zaman sejarah.
Selain kitab-kitab yang berisi syair dan pujian-pujian, ada juga cerita-cerita kepahlawanan yang memuat ajaran–ajaran Hindu.cerita-cerita itu disebut epos (wiracarita). Epos yang terkenal dalam kesusastraan India yaitu Mahabarata dan Ramayana. Mahabarata menceritakan tetang keluarga besar bharata yang disusun dalam bentuk Syair yang panjang, dan berkembang menjadi 100.000 bait. Sedangkan Ramayana menceritakan kepahlawanan Rama dan Sinta, istrinya ketika harus melawan keangkaramurkaan Ravana, raja raksasa.
Konsep ketuhanan masyarakat Hindu adalah konsep Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun ajaran Hindu seringkali dianggap sebagai ajaran politheisme. Dalam salah satu ajaran filsafat Hindu adwaita wedanta menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari segala yang ada (Brahman) yang memanifestasikan dirinya kepada manusia dalam berbagai bentuk.
Dalam agama Hindu ada lima keyakinan kepercayaan, yaitu :
1.      Widhi Tattawa              : percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya.
2.      Atma Tattawa               : percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk.
3.      Karmaphala Tattawa    : percaya dengan adanya hokum sebab akibat dalam setiap perbuatan
4.      Punarbhawa Tattawa    : percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
5.      Moksa Tattawa            : percaya bahwa kebahagian tertinggi merupakan tujuan akhir manusi.

Antara Vedanta dan Samkya

            Vedanta dan Samkya adalah nama-nama filsafat dan pandangan hidup orang-orang Indo-Arya. Keduanya mempunyai kebebasanyang mendasar dalam memandang hakikat hidup tepatnya megenai ruh kehidupan. Pandangan filsafat Samkya merupakan reaksi dan koreksi terhadap pandangan filsafat wedanta yang dianggap tidak tepat. Masa pengembangan filsafat Wedanta berlangsung di antara 800 hingga 600SM, yaiyu ketika para pemikir arya merasa tidak puas terhadap perkembangan pemikiran filsafat agama pada saat itu secara mendalam.
Adapun ajaran-ajaran filsafat lainnya, yaitu Upanishad. Upanishad berasal dari kata-kata Upa-nir-shad yang berarti duduk bersimpuhdi dekat sang guru, karena mengharapkan pengetahuan tentang hakikat hidup. Inti dari ajaran ini adalah Moksha atau Mukti (keadaan tanpa kekangan), yang kedua ialah kepercayaan akan jiwa dunia, yang disebut Atman (asal dari seluruh jiwa perorangan, dan merupakan tempat segala ruh perorangankembali dan menyatu dengannya. Ajaran filsafah ini lebih menekankan kepada upaya pembebasan diri dari kesengsaraan hidup dengan cara pemehaman atau pengetahuan mengenai hakikat hidup daripada sekedar mantra-mantra maupun pengorbanan. Etika Upanishad dengan demikian sangat Pragmatis karena beranggapan bahwa kebenaran maupun kejelekan itu larut dalam serapan Brahman atau jiwa perorangan.
Konsep ketuhanan
Agama Hindu merupakan agama yang tertua di di Dunia. Meliahat reantang sejarahnya yang panjang menunjukkan bahwa agama Hindu telah melewati segala paham ketuhanan yang pernah ada di dunia. Banyak penelitian yang dilakukan oleh para sarjana mengenai akaran agama Hindu. Menurut mereka gama Hindu memiliki beberapa konsep ketuhanan, diantaranya nenotheisme, panteisme, monism, monotheisme, politheisme, bahkan atheism.namun konsep ketuhannan yang paling benyak digunakan adalah monotheisme (terutama dalam Weda, agama Hindu Dharma, dan Adwaita wedanta). Pantheisme suatu ajaran yang berasal dari kitab ajaran agama Hindu yakni Upanishad. Dalam konsep ini menyatakan bahwa Tuhan tidak memiliki wujud tertentu amupun tempat tinggal tertentu, melaikan Tuhan berada dan menyatu pada setiap ciptaannya, dan terdapat pada setiap benda apapun. Sedangkan Atheisme terdapat alam ajaran Seramkhya yang dianggap tidak pernah membicarakan Tuhan dan terciptanya dunia beserta isinya bukan karena Tuhan, melainkan adanya pertemuan antara Purusha dan Prakirti, asal mula segala sesuatu yang tidak berasal dan segala penyebab namuntidak memiliki penyebab.

Budha (567 SM)
Ajaran Budha ini dibawa oleh Sidarta Gautama. Dia maelakukan pertapaan di bawah pohon Bodhi, lalu kemudian dinamakanlah ajaran ini sebagai Budha. Sejarahnya pada abad ke-3 sebelum  seorang raja India yang besar kuasa bernama Asoka menjadi pemeluk ajaran Buddha. Berkat dukungannya, penyebaran Agama Buddha melesat deras, bukan saja di India tapi juga di Birma. Dari sini ajaran Budha menjalar ke seluruh Asia Tenggara, ke Malaysia dan Indonesia.Penyebaran juga bertiup ke utara (Tibet, Afghanistan, & Asia Tengah), terus merambah Cina & menyeberang ke Jepang dan Korea.Sedangkan di India sendiri ajaran Budha menurun pengaruhnya sesudah sekitar tahun 500 Masehi, malah nyaris punah pada ca1200. Sebaliknya di Cina & di Jepang, ajaran Buddha tetap bertahan sebagai agama pokok. Begitu pula di Tibet dan Asia Tenggara, agama itu mengalami masa jayanya berabad-abad.
Ajaran Budha ini adalah suatu ajaran yang bertolak belakang dengan ajaran agama Hindu. Ajaran Budha ini erat kaitannya dengan filosofi Upanishad. Budha bias dibilang bukan agama melainkan suatu ajaran yang bersifat filosofis. Doktrin  yang terpanting pada ajaran ini adalah adanya Reinkarnasi manusia. Reinkarnasi adalah kembalinya manusia tersebut ke bumi setelah dia mati. Pada reinkarnasi ini, manusia dapat kembali hidup, dan menjadi manusia kembali dengan kehidupan yang berbeda, bahkan ada manusia yang menjadi makhluk hidup yang lain, contohnya hewan.
Ajaran Budha mengajarkan bahwa dunia itu hanyalah ilusi spiritual, tidak ada yang kekal dan abadi di dunia ini. Jalan tengah akan membimbing pada siklus kelahiran kembali dan menyatu dalam dunia universal (nirwana). Nirwana bukan berarti penghancuran jiwa dalam arti ruh, tapi hanya penghancuran ilusi yang terpisah, dengan pemikiran bahwa: kita hidup manunggal dalam kehidupan. Berbeda dengan Hindu ajaran budha menolak adanya kasta. Menurut ajaran Budha semua orang derajatnya sama di mata sang Budha.
Ada empat kebajikan yang diajarkan dalam ajaran Budha, diantaranya:
        kehidupan manusia itu pada dasarnya tidak bahagia
        sebab-musabab ketidakbahagiaan ini adalah memikirkan kepentingan diri sendiri serta terbelenggu oleh nafsu
        pemikiran kepentingan diri sendiri dan nafsu dapat ditekan habis bilamana segala nafsu dan hasrat dapat ditiadakan, dalam ajaran Buddha disebut nirvana
        menimbang benar, berpikir benar, berbicara benar, berbuat benar, cari nafkah benar, berusaha benar, mengingat benar, meditasi benar.
Ajaran Budha bisa dipelajari oleh siapa saja, hal ini dikarenakan dalam ajaran Budha tak mengenal akan adanya kasta. Tak peduli dari ras manapun dan dari bangsa manapun dia, tetap diperbolehkan mempelajari agama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar